Minggu, 15 Juni 2008

Menulis Lagi

Tiada hari tanpa menulis.Itulah semboyan yang saya anut dalam dua tiga bulan ini.Saya ingin menjadi penulis yang baik,maka harus rajin-rajin belajar.Belajar yang terbaik adalah dengan mempraktekkan apa yang sedang kita pelajari sesering mungkin.Mempraktekkan apa yang saya baca dari buku,dari apa yang saya dapat dari teman-teman lain yang lebih berpengalaman,serta dari apa yang saya temukan dalam proses kepenulisan saya selama ini.Semakin sering saya menulis,semakin terasa bahwa saya sesungguhnya belum menjadi apa-apa dan belum menjadi siapa-siapa.
Apa yang belum saya ketahui,apa yangb belum saya kuasai seakan bertambah banyak saja dari waktu ke waktu.Setiap saat,setelah saya membukau catatan yang saya buat seminggu atau dua minggu yang lalu,saya pasti menemukan hal-hal yang harus diperbaiki,misalnya dalam hal diksi atau pilihan kata yang saya gunakan dalam sebuah artikel,cerpen,atau puisi yang saya buat,yang kadang-kadang masih kurang klop dengan kosakata sebelum atau sesudahnya.Juga dalam hal pembuatan judul karangan,penentuan paragraf,atau isi tulisan yang menyimpang atau tidak fokus pada tema yang saya angkat.
Hal-hal semacam inilah yang selalu membuat saya selalu terpacu untuk belajar,belajar,dan belajar.....
Saya yakin,banyak di antara anda yang sudah jauh lebih mumpuni dalam bidang kepenulisan.Jauh lebih berpengalaman di dunia blogging,atau punya latar belakang pendidikan bahasa atau sastra,sehingga saya berharap,anda bisa mengomentari tulisan-tulisan saya disini.Saran dan kritik juga selalu saya nantikan.
Terima kasih....

Sabtu, 14 Juni 2008

Maghrib Menjelang

Sebentar lagi Maghrib,saya akan mengakhiri postingan ini.Setengah jam lagi harus sudah stand by di Sasana Budaya UM.Oh ya,saya tadi sempat membuat dua buah puisi di blog saya yang satunya,bambangriyanto.blogspot.com
Blog tersebut berisi cerpen dan puisi serta beberapa artikel yang sedikit serius.hehehe...
Browsing ke sana ya...
ada kenalan,cewek lho...mau coba ta'kirim e-mail...
serius......

Demokrasi di Bumi Arema dan "Suap"

Sehabis Maghrib,saya akan menghadiri acara peluncuran buku Demokrasi di Bumi Arema yang berlangsung di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang(UM).Saya mendapatkan undangan di acara yang menghadirkan langsung sang penulis,Bapak Peni Suparto,sang editor yang kebetulan teman saya,Liga Alam,dan juga ada bintang tamu Rieke Diah Pitaloka,yang kebetulan masih satu partai poitik dengan sang penulis.Siapa Peni Suparto?Dia adalah walikota non aktif yang akan kembali meramaikan bursa pilkada langsung di bulan depan.Jadi,bisa dibilang bahwa acara nanti malam sekaligus menjadi acara kampanye.Meski sang penulis membantahnya,orang mempersepsikan demikian.Termasuk saya.
Bukan berarti saya simpatisan sang calon walikota tersebut.Bukan pula anggota partai politik yang sama dengannya.Saya hanya tertarik karena dua hal.Pertama,ingin melihat bagaimana teman saya atau si Liga Alam ini memaparkan sinopsis buku tersebut.Sebagai seorang teman,bohong kalau saya bilang tak tertarik untuk menonton Liga yang kebetulan jadi salah satu "bintang acara" tersebut.Alasan yang kedua,saya tertarik untuk mendapatkan buku gratis.Sebab,saat mengisi buku tamu nanti,undangan yang kita bawa bisa ditukar dengan buku gratis karya sang calon walikota.Soal buku gratis,inilah salah satu kesukaan saya.Dalam acara-acara bedah buku ataupun book fair,saya sering mendapat buku gratis setelah sata mengajukan pertanyaaan-pertanyaan,dean kebetulan pertanyaan-pertanyaan tersebut disukai oleh sang pembedah buku. Tetapi,khusus acara ini,semua orang yang memperoleh undangan akan mendapatkan buku gratis.Asyik...
Tadi adalah dua tujuan penting saya hadir di acara nanti malam.Sedangkan tujuan yang tak kalah pentingnya juga ada dua.Pertama,jelas ada acara makan-makan atau sekedar coffe break.Apalagi yang punya acara adalah cawali.Tidak mungkin kalau tak ada acara makan-makan.Hehehe...Terus yang kedua,ada "amplop" untuk kalangan pers.Kebetulan saya ada janji sama Mas Haryo,teman saya di FPKM(Fotum Penulis Kota Malang) yang juga kontributor majalah Matabaca.Pengalaman Mas Haryo sewaktu peluncuran buku Pak Peni juga beberapa bulan yang lalu,ada amplop sebesar 50.000 rupiah untuk setiap wartawan yang hadir.Karena itu,ia berharap akan dapat amplop yang isinya lebih besar daripada peluncuran beberapa bulan lalu itu,atau minimal sama.Alasannya,ini sudah dekat pilkada,jadi amplop harus lebih besar,hehehe....
Saya sendiri juga "kontributor" Indymedia Center,harian online internet yang beredaksi di Jakarta.Saya menyebut diri sebagai "kontributor Malang",sebab saya tinggal di kota Malang dan juga bernasib "malang" karena tulisan saya jarang dimuat di sana.Hehehe...(kok ketawa lagi).
Jadi,semua wartawan yang hadir akan disuap?
Ini susahnya,kawan.Suap atau uang sogokan susah untuk didefinisikan secara gamblang.Misalnya begini,anda hadir di pesta ulang tahun teman.Lalu ketika anda datang dikasih snack,makan besar,dan uang,misalnya 10 atau 20.ooo rupiah dari teman anda itu sebagai tanda ucapan terima ksih karena nada telah hadir dan turut memeriahkan acara.Lalu,ketika wartawan mengalami hal yang sama sebagai tanda ucapan terima kasih karena telah "bersusah payah" menulis berita tentang sebuah acara yang ia hadiri,apakah bisa dikategorikan suap?Saya berpendapat,terlalu terburu-buru untuk mengatakannya demikian.
Saya balik bertanya,apakah wartawan atau sekedar pencari berita lepas seperti saya tak bethak untuk menerima hadiah karena posisi atau profesi yang kami jalani ini?
Memang dalam kode etik jurnalistik ada aturan bahwa wartawan dilarang menerima sesuatu atau meminta sesuatu dari narasumber.Tetapi,lagi-lagi ini sebuah kalimat yang
rancu dalam penafsirannya.Saya sendiri setuju,tetapi jangan "digebyah uyah",dalam artian semua yang kita terima dari narasumber dianggap suap.
Begini.Misal anda seorang jurnalis/wartawan atau sekedar kontributor lepas seperti saya datang ke sebuah desa untuk mewancarai seorang petani.Anda mencari tahu tentang kegagalan panen di desa tersebut.Lalu,di rumah sang petani kita disuguhi segelas kopi,rokok,makanan kecil,atau bahkan anda diajak makan siang misalnya.Apakah itu juga dikategorikan suap?Sebab kita menerima "sesuatu" dari seorang narasumber.
Saya yakin anda bisa membedakannya.Demikian juga tatkala kami menerima uang tanda terima kasih dalam jumlah yang wajar.Kecuali kita memaksa sang calon walikota untuk membayar kami sejumlah sekian-jumlah yang tak masuk akal-agar liputan acara bedah buku itu dimuat,baru kami bisa dikatakan salah.Atau misalnya,sang cawali tadi menyodorkan sekian juta agar rencana kita untuk memuat korupsi yang pernah dia lakukan sewaktu menduduki jabatan yang dulu tidak jadi sehingga masyarakat tidak tahu.Inilah yang bisa dikategorikan suap atau sogokan.
Jadi,anda harus berpikir jernih dalam hal ini.Saya yakin anda semua bisa.Oke..?

Jumat, 13 Juni 2008

Berani Nekat

Saya membuat blgo baru.Masih di blogspot.Namanya beraninekat.blogspot.com.Berisi banyak tip-tip menarik untuk memeperolah banyak hal atau menjalani banyak aktivitas menantang dan seru.Diperuntukkan terutama bagi anda yang menyukai tantangan,pantang menyerah,dan selalu tertarik dengang hal-hal baru.Juga berguna bagi anda yang berkantong tipis,banyak kiat-kiat bagaimana anda bisa menikmati hidup dengan mengeluarkan sedikit uang atau bahkan tanpa membuka isi dompet sama sekali.
Tertarik?

Internet Marketing

Baru saja saya membuka sebuah blog yang bernama antianneahira.blogspot.com yang berisi bantahan akan metode dan misi yang dijalankan oleh Anne Ahira dan Elite Team,sebuah jaringan yang mnyebut diri internet marketing yang mulai diperbincangkan sejak tahun 2005.Saya sendiri belum begitu faham apa dan bagaimana skema yang dijalankan oleh Anne Ahira dkk.Saya sendiri tertarik dengan apa yang dinamakan internet marketing,sebuah sistem pemasaran barang atau jasa lewat media internet.Yang menghambat diri saya selama ini adalah saya tidak yakin akan diri sendiri,apakah saya mampu menjalankannya?Sebuah pertanyaan yang saya yakin sering diajukan orang kepada dirinya sendiri.Yang menarik di dunia yang terbilang masih baru di Indonesia adalah barang atau jasa yang kita tawarkan bisa ditawarkan selama 24 jam kepada orang di seluruh dunia.Lanjut........

Aremania

Tahukah anda apa itu Aremania?Bagi penggemar sepakbola tentu tak asing dengan nama tersebut,julukan bagi suporter tim Arema atau Singo Edan asal Malang,Jawa Timur.Kelompok yang tak ada struktur resmi organisasinya ini dua kali memperoleh peghargaan dari PSSI.Pertama,dinobatkan sebagai Suporter Teladan tahun 2000.Yang kedua,dinobatkan sebagai The Best Supporter Copa Indonesia tahun 2006.Sebuaah prestasi yang tidak mudah untuk diraih.Uniknya,kelompok-kelompok suporter lain yang lebih terorganisir rapi dan resmi pula(dalam arti berbadan hukum)belum pernah sekalipun mendapat gelar tersebut,sedangkan Aremania yang sebenarnya OTB(Organisasi Tanpa Bentuk)justru meraih predikat terbaik sebanyak dua kali.
Sebenarnya apa yang membedakan Aremania dengan yang lain? Banyak,itu yang menjadi nilai lebih.Bukan karena saya tinggal di kota Malang lalu menilai terlalu subyektif.Dengarlah pendapat Fajar Putu Arcana,wartawan Kompas.Ia menilai kegilaan publik Malang terhadap sepakbola adalah yang nomor satu di negeri ini.Bahkan,hampir mirip dengan kegilaan fans sepakbola di Eropa.Juga pendapat Andi Yusuf Bachtiar,kontributor tablod BOLA sekaligus insan perfilman.Menurut pria yang sudah melihat langsung bagaimana suporter di Piala Dunia 2002,berbaur langsung dengan suporter klub-klub Amerika Latin dan beberapa negara Eropa ini,Aremania adalah yang the best sampai saat ini.Sampai-sampai ia tertarik untuk membuat film The Conductors yang dibintangi oleh Yuli Sumpil,dirijen suporter Aremania.
Beberapa kalangan seperti mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar,budayawan Shindunata,dan motivator ulung Gede Prama menyatakan hal yang tak jauh berbeda.Bahkan,menurut pandangan Gede Prama,Aremania bukan sekedar suporter sepakbola.Tetapi merupakan subkultur masyarakat Malang Raya dan sekitarnya yang egaliter,ekstrovert,dan lugas.
Fakta yang tak bisa dibantah,bahwa Aremania mempunyai kelompok-kelompok yang lazim disebut korwil(koordinator wilayah).Mereka tersebar di kampung-kampung(ada korwil Jodipaness,Tongan,Kasin,Gadang,dsb),sekolah/kampus(korwil SMA Nasional,kampus Ummer,kampus putih UMM,Unisma,dsb),kota lain(Blitar,Pasuruan,Bandung,Jakarta,Balikpapan,Denpasar,Batam,dsb),bahkan di negara-negara lain(Jerman,AS,Bekanda,Korsel,Jepang,Hongkong,Malaysia,dsb).Ini yang tidak dijumpai di kelompok lain.
Dan yang menarik pula,komunitas yang tersebar di mana-mana ini bukan hanya warga asal Malang,tetapi juga warga setempat.Seperti Aremania korwil Jerman yang pernah datang ke pertandingan Arema vs Persija di Stadion Kanjuruhan tahun 2006,justru lebih banyak bulenya.Korwil Arema Batavia atau Aremania Jakarta terdiri dari berbagai suku di Indonesia.Atau anda boleh datang sendiri ke pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan atau Stdion Gajayana.Anda akan menemukan fakta bahwa bukan hanya orang Jawa saja yang menonton,tetapi banyak juga orang Madura,Tionghoa,Arab,dan para mahasiswa dari berbagai daerah.Dan nyatanya,tak ada lagu-lagu Aremania yang berbahasa Jawa,semua lagu menggunakan bahasa Indonesia.Ini berbeda dengan kelompok-kelompok suporter di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada umumnya.Seperti Pasoepati,Panser Biru,Snex,Slemania,dan lain-lain yang sering bernyanyi menggunakan bahasa Jawa.Menurut saya,inilah bukti bahwa meski mayoritas penonton bersuku Jawa,mereka tidak memaksakan diri untuk "arogan".Pengalaman saya sewaktu menonton pertandingan Persis Solo di Stadion Manahan dan pertandingan PSS Sleman di Mandala Krida dulu,banyak juga warga non-Jawa yang menonton dan ikut bernyanyi.Tetapi mereka akan terdiam tatkala lagu-lagu berbahasa Jawa dinyanyikan.Bisa jadi mereka enggan atau karena tak bisa mengikutinya,bahkan mungkin tak tahu artinya.
Soal militansi dan fanatisme,barangkali hanya bisa ditandingi oleh bonek-suporter Persebaya Surabaya-tetapi soal jumlah jangan ditanya.Rekor rata-rata jumlah penonton per-pertandingan adalah yang terbesar setiap tahunnya di Indonesia.Soal yang satu ini belum ada yang menandingi.Begitu pula soal jumlah suporter yang mengikuti timnya ke pertandingan di kota lain.Tur dalam jumlah lebih dari 50 bus sudah biasa bagi Aremania,apalagi sekedar memborong tiket kereta.Bagi yang berkantong pas-pasan,banyak yang menumpang truk atau kereta barang.Mereka sanggup menahan susah selama dalam perjalanan.Tak sekedar ke Jakarta atau Jogja dan Solo misalnya kelompok yang "mbonek" ini berangkat.Makassar,Bandar Lampung,atau Palembang pernah mereka datangi dengan cara yang "kurang masuk akal tersebut.Lagi-lagi hanya bonek yang menjadi tandingan dalam hal ini.Hanya Aremania lebih beruntung dalam soal citra,karena mereka selalu membeli tiket tatkala masuk stadion manapun di Indonesia.Juga jarang sekali membuat keonaran selama perjalanan berangkat dan pergi.Meski mereka pernah membakar stadion Brawijaya Kediri di putaran 8 besar Ligina tahun 2007 karena kecewa pada kepemimpinan wasit yang menganulir 3 gol Singo Edan,juga membuat Stadion Wilis Madiun rusak berat,tetapi orang maklum bahwa tindakan tersebut karena mereka dirugikan terlebih dahulu.Sekali lagi,ini bukan sekedar pandangan subyektif,tapi tengoklah banyak komentar orang di media massa,media elektronik,dan internet.Mereka memaklumi meski tak setuju bahwa apapun alasannya,kekerasan dan tindak anarkisme tidak boleh dilakukan.
Selain pria,Aremania juga terdiri dari suporter wanita yang populer dengan sebutan Aremanita.Konon merupakan "sayap" suporter perempuan yang terbesar di negeri ini.Lagi-lagi sebuah hal yang membanggakan bagi masyarakat Malang.

Bagi yang belum pernah ke kota Malang,datanglah kemari.Kita akan lihat betapa tulisan dan atribut Arema dan Aremania ada dimana-mana.Mural-mural berbau Singo Edan,pakaian suporter dalam berbagai bentuk dan desain dipakai oleh laki-laki dan perempuan dimana-mana.
Apalagi jika anda datang di hari pertandingan.Jalanan akan macet menjelang siang sekitar jam 11 sampai jam 3 sore.Lalu sepi dan kembali ramai pada saat Maghrib sampai Isya.Dimana-mana jalanan macet.Apalagi kalau Arema bertanding di Stadion Kanjuruhan.Ular-ularan suporter tak pernah putus berjam-jam.Suatu fenomena yang membuat orang-orang menggeleng-gelengkan kepala,terutama para pendatang baru atau kebetulan sedang berada di wilayah Malang Raya untuk suatu keperluan.
Lebih dahsyat lagi atmosfer di dalam stadion.Berpuluh ribu orang bernyanyi dan bergoyang bernyanyi di bawah komando Yuli Sumpil dengan iringan beberapa jenis drum yang mengiringi dengan rancak.Maka,engkau akan merinding layaknya orang-orang di stadion.Mereka yang tinggal di Malang dan sering menyaksikan Singo Edan bermain saja masih sering merinding melihat gerakan ritmis dengan suara nan menggetarkan itu,apalagi bagi yang baru pertama kali menyaksikannya.Tidak berlebihan,sebab dedengkot Macz Man-suporter PSM Makassar-,Daeng Uki,serta beberapa pentolan The Jakmania dan Paoepati menyatakan hal yang serupa.
Mantan pelatih Arema dan pelatih tim nasional Indonesia di era pertengahan 90-an,Henk Wullems,pernah berkata bahwa menyaksikan Aremania beraksi mengingatkannya akan atmosfir stadion di Eropa(kebetulan ia seorang warga Belanda).Ia juga berkata,hanya Tambaksari dan Gajayana(waktu itu belum ada Kanjuruhan)-lah stadion di Indonesia yang bisa merindingkan bulu romanya.
Saya pribadi mengatakan begini,semua kelompok suporter memang kompak dalam bernyanyi dan bergoyang layaknya Aremania.Tetapi ada satu yang membedakannya,aura.Seorang teman berkata beberapa waktu yang lalu,Aremania berbeda karena ada "soul" atau jiwa dalam bernyanyi.Ya,sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.Saya merasakan hal serupa ada pada Pasoepati masa Pelita Solo masih ada,The Jakmania pada saat awal,dan Bonek pada pertengahan 90-an.Sesuatu yang gagal dipertahankan oleh kelompok-kelompok suporter tersebut masih ada dan selalu terjaga pada tiap-tiap Aremania.Soul...Aura...

Mungkin anda kira saya terlalu berlebuhan dan terlalu subyektif.Tak mengapa,mungkin anda belum pernah menyaksikan langsung.Oke,mungkin anda bisa menyaksikan aksi mereka lewat rekaman video.Cari saja di Youtube.Atau buka di, satujiwa.multiply.com
Terima kasih....

Kamis, 12 Juni 2008

Hampir Pulang

Waktu hampir jam 9 malam.Sudah lumayan capek di kafe ini.Oke...besok sambung lagi.
Mungkin dengan catatan atau artikel yang menggelitik,asyik,dan menarik.Semoga.Terima kasih wahai blog-ku,teman di kala senang,kawan di kala susah,penghibur hati di saat kesepian,sahabat terbaik di kala gundah.Besok kita bermain lagi.Dengan segenap rasa hati yang penuh dengan ketulusan dan makna.Semoga kita akan lebih bermanfaat bagi sesama.Amien.Kawan,aku pulang...mau tidur setelah nongkrong sedari siang.
Dag...