Tampilkan postingan dengan label celoteh ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh ringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2008

Lagi Lagi......

Suer,tadi nemu duit lagi...!!

Lumayan,9.000 rupiah..

Alhamdulillah,Tuhan memberi lagi rezeki yang tergeletak di jalanan.Tak kusangka,dalam tiga hari ini aku mendapatkan rezeki nomplok,meski dalam jumlah biasa-biasa saja.
Kok bisa ya??

Minggu, 15 Juni 2008

Belajar Nge-net

Belajar internet dari hari ke hari semakin menyenangkan.Banyak hal-hal baru yang saya tahu,dan masih ada segunung hal-hal yang berkaitan dengannya yang belum saya ketahui.Meski saya mengenal internet semenjak tahun 2002,selama inio pula saya tak begitu berminat untuk lebih serius lagi dalam mempelajari.Bahkan,dulu sebulan hanya satu atau dua kali menginjakkan kai ke warnet.Dulu seringkali pula aku tak berkunjung ke warnet sama sekali selama satu bulan penuh.Pada masa-masa itu saya masih tinggal di Yogyakarta bersama kakak.
Saya mulai tertarik untuk belajar lebih mendalam tentang ilmu dunia maya ini setelah hijrah ke kota dingin,Malang.Di kota terbesar kedua di Jawa Timur ini saya kos di depan sebuah warnet.
Dan tahukah anda berapa tarif warnet perjam di kota ini?Tarif "wajar" untuk pemakaian di siang hari sekitar 2.500-3.600 rupiah per-jam.Yang membuat beda dunia "perwarnetan" kota Malang dengan kota-kota lain adalah tarif paket malam-nya,sebesar 10.000 rupiah selama 7-10 jam.Di warnet depan kos-kosan saya tarif paket malamnya adalah sebesar 10.000 rupiah untuk jangka waktu 9 jam(22.00-07.00).Bahkan ada sebuah warnet di Malang sini yang memasang tarif sebanyak itu untuk pemakaian selama 12 jam!.Coba cari yang kondisi semacam ini di kota lain,susah sekali...

Banyak teman di kota lain yang kaget sewaktu saya beritahu tentang kondisi dunia "perwarnetan" disini.Sama seperti keterkejutan saya saat pertama kali tahu fenomena nge-net murah meriah di kota ini.
Karena tarif yang terjangkau,mulai seringlah saya berselancar di warnet depan kos-kosan saya itu.Selain di warnet tersebut,saya kadang-kadang juga "mencicipi" suasana di warnet-warnet lain.Dan dari situlah,kemampuan saya makin berkembang,sedikit demi sedikit.Dari yang tadinya tak bisa membuat e-mail sedikit pun-sewaktu di Yogya saya hanya browsing satu atau dua jam saja-juga,sekarang saya sudah bisa membuat blog,dan beberapa pengetahuan sederhana lainnya.Bahkan,sekarang saya sering mengajari teman-teman yang masih amat pemula dalam soal internet.Misalnya seputar blogging,chatting,browsing,etc.Hacking?Kalau ini saya belum bisa,hehehehe...anda mau ajari saya?
Kalau anda punya tips dan kiat-kiat praktis seputar dunia internet,saya mohon anda mau berbagi di e-mail saya : bamz82@yahoo.co.id
Mau kan?

Menulis Lagi

Tiada hari tanpa menulis.Itulah semboyan yang saya anut dalam dua tiga bulan ini.Saya ingin menjadi penulis yang baik,maka harus rajin-rajin belajar.Belajar yang terbaik adalah dengan mempraktekkan apa yang sedang kita pelajari sesering mungkin.Mempraktekkan apa yang saya baca dari buku,dari apa yang saya dapat dari teman-teman lain yang lebih berpengalaman,serta dari apa yang saya temukan dalam proses kepenulisan saya selama ini.Semakin sering saya menulis,semakin terasa bahwa saya sesungguhnya belum menjadi apa-apa dan belum menjadi siapa-siapa.
Apa yang belum saya ketahui,apa yangb belum saya kuasai seakan bertambah banyak saja dari waktu ke waktu.Setiap saat,setelah saya membukau catatan yang saya buat seminggu atau dua minggu yang lalu,saya pasti menemukan hal-hal yang harus diperbaiki,misalnya dalam hal diksi atau pilihan kata yang saya gunakan dalam sebuah artikel,cerpen,atau puisi yang saya buat,yang kadang-kadang masih kurang klop dengan kosakata sebelum atau sesudahnya.Juga dalam hal pembuatan judul karangan,penentuan paragraf,atau isi tulisan yang menyimpang atau tidak fokus pada tema yang saya angkat.
Hal-hal semacam inilah yang selalu membuat saya selalu terpacu untuk belajar,belajar,dan belajar.....
Saya yakin,banyak di antara anda yang sudah jauh lebih mumpuni dalam bidang kepenulisan.Jauh lebih berpengalaman di dunia blogging,atau punya latar belakang pendidikan bahasa atau sastra,sehingga saya berharap,anda bisa mengomentari tulisan-tulisan saya disini.Saran dan kritik juga selalu saya nantikan.
Terima kasih....

Jumat, 13 Juni 2008

Berani Nekat

Saya membuat blgo baru.Masih di blogspot.Namanya beraninekat.blogspot.com.Berisi banyak tip-tip menarik untuk memeperolah banyak hal atau menjalani banyak aktivitas menantang dan seru.Diperuntukkan terutama bagi anda yang menyukai tantangan,pantang menyerah,dan selalu tertarik dengang hal-hal baru.Juga berguna bagi anda yang berkantong tipis,banyak kiat-kiat bagaimana anda bisa menikmati hidup dengan mengeluarkan sedikit uang atau bahkan tanpa membuka isi dompet sama sekali.
Tertarik?

Rabu, 11 Juni 2008

Berhotspot-ria Menanti Hujan Reda



Blogging di saat hujan deras mengguyur kota.Sekarang hampir jam dua siang.Aku berada di sebuah kafe di mall Matos(Malang Olympic Garden),depan Universitas Negeri Malang.Niat hati hendak ke perpustakaan kota,tapi diluar sana belum reda.Aku baru saja lihat-lihat buku di Gtamedia,masih dalam mall yang sama.
Kawan,kita beruntung saat ini dunia teknologi informasi sedemikian pesat berkembang.Banyak tempat menyediakan fasilitas internet gratis,meski laptopnya kita bawa sendiri.Sekarang bertebaran kafe-kafe yang menawarkan fasilitas seperti dimana aku berada saat ini.Tak hanya sekolah dan kantor tertentu yang menyediakannya.Teknologi semakin murah dari waktu ke waktu.Sementara,kecanggihan yang ditawarkan semakin lengkap saja.Terus berkembang dari hari ke hari.
Apa yang dahulu serasa mustahil,kita sudah menjadi hal yang jamak.Coba bayangkan,apakah di masa kita kecil pernah membayangkan bahwa ada yang namanya hanphone,komputer,dan internet yang sekarang seperti kebutuhan pokok saja.
Beberapa tahun lalu,ketika saya mengenal internet uuntuk kali pertama,tak pernah berpikir bahwa komputer meja atau laptop akan mewabah dalam waktu yang cepat.Ketika itu tahun 2000-an,pertama kali saya menyentuh internet di sebuah warnet pertama-sekarang sudah tutup-di kota kelahiran saya,Kebumen,Jawa Tengah.Mau tahu tarif-nya?12.000 rupiah per jam!Dan harga laptop masih berkisar 15 jutaan harganya.Saat itu saya berpikir,mungtkin 20 tahunan lagi,anak-anak sekolah membawa laptop semua,sebab pada masa yang akan datang itu,laptop dan segala perangkat teknologi canggih lainnya bukan lagi barang mewahh,artinya harga terjangkau sehingga siapa saja bisa memiliki.
Ternyata,apa yang terjadi?Sekarang sudah mulai banyak anak-anak sekolah-terutama di kota-kota besar sudah ke sekolah menenteng laptop.Dan saya sangat yakin,perkiraan saya di awal tahun 2000-an itu salah.Tak perlu menunggu waktu sampai 20 tahun.Mungkin lima tahun lagi semua yang saya bayangkan akan terwujud.Indikasinya,harga laptop semakin murah saja.Anda punya uang 4 atau 5 juta?Pergilah ke gerai-gerai pemasaran komputer,dan anda bisa menjinjing pulang barang yang anda impikan itu.Oke,anda hanya punya 2 atau 2,5 juta saja.Maka,anda bisa membeli laptop second dengan kondisi yang masih bagus.Teman saya membeli laptop bekas atau second beberapa bulan yang lalu,dan sampai hari tidak ada masalah teknis dengan barang yang ia beli di sebuah pameran IT di kota ini.

Oh ya,setahun yang lalu,saya belum berpikir bahwa tahun ini bisa nongkrong di mall sambil browsing,chatting,downloading,atau blogging menggunakan laptop layaknya para eksekutif perusahaan di Jakarta.Maklum,saat itu baru orang-orang berkantong tebal yang bisa menikmati gaya hidup seperti ini.Sungguh,tidak disangka akan "menular" secepat ini.
Hotspot.WiFi.Speedy Telkom.Tiga kata yang belakangan ini populer.Layanan gratis yang bisa dinikmati oleh siapa saja sepanjang ia melek dengan internet.Sesaat,saya tersenyum kecut sambil geleng-gelengkan kepala bahwa saya pernah mengeluarkan uang sebesar 12.ooo rupiah untuk sekedar bemain internet selama satu jam.Kini,saya bisa berlama-lama sepuasnya,sampai kafe tutup nanti malam pun tidak dilarang.Saya hanya membayar segelas minuman saja.
Ah,betapa akhir-akhir ini saya merasa beruntung karena hidup di era sekarang,bisa menikmati segala kemudahan yang ditawarkan oleh kehidupan modern.Inilah abad informasi,siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia.Demikian kata pepatah.
Hampir jam 3 sore.Tampanya hujan berangsur reda di luar sana.
Jadi ke perpustakaan kota?Entah,kok jadi keasikan nge-net ya....

Minggu, 08 Juni 2008

Senja dan Glogal Warming

Kubuka kelopak.Hah?Ini kan Juni,mengapa ada hujan selebat ini?Padahal sepanjang April sampai Mei hampir tak ada kucuran air dari langit sedikit pun.Bukankah sekarang sudah kemarau?
Aku bangun dari rebah larutku,mengucek-ucek kedua mata.
Betul.Aku tak bermimpi.Padahal hari ini,kemarin,kemrinnya lagi,minggu yang sudah lewat,tak pernah hujan menyapa.Pikiranku langsung melayang ke dua bait kata,global warming,atau pemanasan global.Suhu rata-rata di atas permukaan planet ini terus naik,semakin tinggi dari tahun ke tahun.Konon,polusi yang diciptakan oleh manusia menghasilkan apa yang disebut sebagai gas rumah kaca.
Begini.Udara yang dipantulkan oleh permukaan bumi terperangkap di lapisan atmosfer.Lalu kembali memantul ke bumi.Ini terjadi karena atmosfer kita dipenuhi oleh gas-gas beracun dari knalpot kendaraan,asap cerobong-cerobong pabrik,kebakaran hutan,dan sebagaimya.Bayangkan,gas-gas beracun itu terakumulasi selama berpuluh atau beratus tahun yang lalu-terutama setelah terjadi revolusi industri-hingga akhirnya mengkontaminasi atmosfer bumi dengan konsekuensi yang tidak main-main.
Inilah yang menurut para ahli menyebabkan rusaknya siklus musim dan cuaca di permukaan planet tercinta ini.Makin besar efek gas rumah kaca yang ditimbulkan dari hari ke hari,makin parahlah kondisi bumi.Lihatlah,sekarang salju di permukaan gunung-gunung tertinggi di dunia lenyap perlahan.Yang mengerikan,gletser di kutub-kutub mencair,longsor dari tebing-tebingnya,lalu mengalir ke samudera luas.Maka,tak heran permukaan air laut makin meninggi belakangan ini.
Contonya saja,rob atau pasang air laut di Indonesia makin mengkhawatirkan.Kalau dahulu hanya wilayah Semarang bagian utara saj yang serig terkena rob,sekarang daerah pesisir timur Surabaya pu mengalami hal yang sama.Bahkan,wilayah Jakarta pinggiran utara kini sering mengalami fenomena serupa.Dalam beberapa hari terakhir ini,air laut yang naik ke daratan menggenangi jalanan termasuk rute tol yang amat vital,yaitu dari bandara Soekarno-Hatta ke kota dan sebaliknya.Beberapa jadwal penerbangan terganggu atau dibatalakan.Penumpang dan maskapai penerbangan pun merugi besar.

Aku menghela nafas...lalu bangkit dari lantai teras samping masjid dimana aku tertidur tadi.Turun ke tempat wudlu hendak menunaikan ashar yang sudah berkumandang.Hujan masih lebat.
Orang-orang mulai ramai mengambil air wudlu pula.Banyak di antara mereka menggeleng-gelengkan kepala menatap guyurab hujan yang sedemikian kencang.Hm,ternyata bukan aku sendiri yang heran akan "salah mongso" ini.
Ah,biarlah Tuhan yang berkehendak.Kemarau,kekeringan,banjir,hujan,Dia-lah yang Maha Menentukan....

Para Pemaksa Kehendak

Kaffah.Totalitas tak bisa ditawar.Tiada kata setengah-setengah.Taak ada kompromi.Maju atau tidak sama sekali.Yang tak setuju dilibas saja.Orang-orang muncul dari kegelapan bak malaikat penyelamat.Mereka berkoar,berteriak penu semangat dan disertai heroisme yang menyala-nyala.Mereka kobarkan perang,deklarasikan permusuhan.Juga menghujat,mencela,memaki,meski kadang-kadang dengan cara yang lebih halus.Orang lain mereka anggap seteru,kaum kafir yang halal darahnya.Puh..!!
Apa yang akan terjadi pada dirimu seandainya mereka berkuasa nanti?Ketika mereka memeliki wewenang yang cukup dalam menjalankan pemerintahan,akan dikejar-kejarkah orang-orang yang berseberangan atau berebeda pendapat dan keyakinan?Dicambuk atau bahkan dihukum rajam hingga umat?Sebab anda tak berjenggot,sebab anda tak berdahi hitam,sebab anda seagama tapi tak sependapat.Barangkali anda wanita yag harus menhgayuh sepeda jam dua malam sepulang dari pabrik,lalu petugas menangkapmu dan menjatuhkan hukuman karena hukum yang saat itu berlaku melarang waita untuk keluar pada malam hari,apalagi tanpa muhrim yang menyertai.
Beberapa waktu yang lalu,kami berdiskusi dengan orang-orang semacam itu.Oh,bukan diskusi,lebih te[atnya bersitegang lebih tepatnya.Bukan itu yang kami mau sebenarnya.Tapi apalah daya.Kami pikir mereka hany hendak bertukar pendapat,saling bertanya,dengan saling menghargai sudut pandang berpikir satu sama lain.Tetapi,apa yang terjadi?Sunguh,orang-orang yang ternyata sangat menyebalkan.Grhh...!! Dicecarnya kami ,dipojokkanlah kami.Lalu,mereka berondongkan pernyataan bak vonis yang menentukan di kapling akhirat mana kami kan titempatkan nanti setelah mati.Surgakah?Nerakakah?Silakan tebak sendiri,kawan.Padahal,setahuku hanya Sang Pencipta yang berwenang dan punya hak penuh,absolut,akan hal-hal semacam itu.
Yang lebih menjengkelkan lagi,mereka lalu mendoktrin kami.Seolah otak kami terlampau kotor,terlalu tebal jelaga yang menyelimuti,serta begit kuat para setan,demit,atau semacam makhluk halus lain merasuk.Karena itu,otak kami harus dicuci,lalu diinstall ulang.Hm,mereka pikir kami ini komputer?Lantas,bagaimana reaksi kami?
Beberapa teman yang barangkali sudah "tak tahan"atau "panas" telinganya memilih keluar dari ruangan.Mengobrol di halaman kedai buku,dibawah pohon palem yang tinggi menjulang.Kedai buku?Ya,tempat kami beradu argumen adalah sebuah ruangan di kedai buku "Sinau",tempat dimana kita bisa ngopi,membaca,menulis,menggambar,bercanda,atau sekedar bertukar pikiran disana.Tinggal pilih,apa yang hendak anda lakukan di tempat ini.Aku dan beberapa teman memilih bertahan.Mendengarkan dengan setia apa yang mereka "jejal" kan.Hm,sekalian belajar menebalkan telinga,begitu pikirku.
Mereka terus mengoceh.Terutama si jenggot panjang,yangkelihatannya palig senior sekaligus paling intelek diantara mereka berenam.Lalu berapa jumlah kawan-kawanku?Aku lupa,tapi kurang lebih ada sepuluh orang.Jadi,total ada sekitar enambelas orangyang hadir pada malam itu.Lalu,siapa keenam orang itu?Mereka adalah mahasiswa sekaligus anggota sebuah kelompok studi politik dan ekonomi berbasis agama.Maka,jangan heran kalau mereka merasa diri paling bersih jiwanya,seolah orang diluar mereka adalah jiwa-jiwa terkutuk,dilaknat oleh Sang Pencipta.Mereka pikir,orang-orang "bengkok" wajib diluruskan.Kalau tidak bisa diluruskan karena terlampau sulit,maka orang-orang yang menurut mereka "tidak lurus" lebih baik dirobohkan saja.Bagi mereka,lebih baik seperti itu daripada berdiri tapi setengah-setengah,terutama dalam hal keyakinan.Benarkah seperti itu pola pikir mereka?Jawaban itu silakan anda cari sendiri.Tanyakan pada hati masing-masing,tanyakan pada nurani anda sendiri.Barangkali kita punya pendapat yag berbeda.
Waktu terus merambat...dan kami pun mulai dilanda kejenuhan.Ditambah lagi kantuk mulai menyerang.Jam sudah menunjukkan pukul satu lebih.Padahal,acara tersebut dimilai sekitar pukul delapan malam.Berarti sudah berganti hari.Kami terkntuk-kantuk sementara mereka-terutama si jenggot panjang-masih terus berkhotbah.Melontar ayat,menukil hadist,dan menyitir pendapat para tokoh.Hup!Tak tahan,seorang teman memotong perkataan salah satu diantara keenam orang itu.Dengan beberapa alasan,teman saya meyampaikan usul agar acara segera diakhiri dan disambung di lai hari.Semua bangkit.Salig bersalaman.Mereka mohon diri.Sebentar kemudian "para pemaksa kehendak" itu meluncur dengan sepeda motor mereka.
Beberapa teman yang tadinya duduk-duduk di halaman kedai kembali masuk ke dalam ruangan kedai.Ada umpatan yang meloncat,ada gerutuan,ada yang menghembus nafas lega,sebagianm lagi diam dalam kedongkolan.Ah,dasar para pemaksa kehendak berlagak pengkavling surga,ujarku dalam hati.Aku beranjak ke belakang,buang air kecil yang sudah lama kutahan.

Gajayana




Disini tempatku berlabuh dari segala penat.Menyaksikan pertandingan Singo Edan atau AREMA,sebuah klub swasta legendaris dan ternama di Indonesia.Stadion ini sedang dipugar,ditambah kapasitasnya.Yang tertera di gambar adalah tribun sebelah timur dimana Aremania atau suporter Arema sedang menonton latihan.Aremania dinobatkan sebagai Suporter Teladan tahun 2000 dan The Best Supporter Copa Indonesia 2006.Prestasi yang membanggakan.

Catatan di Minggu Pagi

Mentari merona di ufuk timur laut.Aku duduk di kedai buku bersama Ata.Jam enam kurang sedikit.Pagi nan dingin riuh olwh kicau burung menyambut hari.Jalanan masih sepi.Hanya satu dua kendaraan melintas di depan kedai.Sepasang kekasih berkejaran riang di atas trotoar.Tiga orang ibu berjalan santai sambil mengobrol,kemudian tampak terbahak.Barangkali sesuatu yang lucu sedang mereka bicarakan.
Di kota ini,aku masih bisa menikmati pagi yang indah.Kicau burung masih sudi menghibur,dan dingin yang menyergap masih menyertakan hawa segar nan menyehatkan.Disini tak ada asap pabrik yang tak peduli sekitar.Ini bukan Jakarta,tempat dimana aku tinggal beberapa tahun yang lalu.Kota jahanam dimana pagi selalu pilu dalam tikaman keangkuhan.Terkapar tanpa daya,sebab polusi meruak tak peduli siang,malam,sore,maupun pagi.

Sepuluh menit berlalu.
Aku berjalan ke meja,menenggak air putih dari teko plastik.Dua teguk sudah cukup.Lalu aku kembali duduk di bangku kedai.Mataku mengembara keluar.Truk sampah melintas.Baknya berwarna kuning,mengingatkanku pada kendaraan-kendaraan milik DPU,tempat dimana ayahku bekerja dulu.Tatkala ia belum pensiun.Lalu ada Honda Supra X,Yamaha Mio berwarna merah,dan Shogun melintas pula.Angkot ADL(Arjosari,Dinoyo,Landungsari)juga merayap pelan mencari penumpang,warnanya biru.Ah,semua made in Japan.Entah mengapa,ada kegeraman yang menyeruak pelan di dalam hati.Apa sih yang bisa Indonesia buat?Hati ini tiba-tiba berontak.Ya,mengapa tidak ada sepeda motor buatan dalam negeri?Mengapa semua jenis kendaraan selalu buatan
negeri matahari terbit?Segumpal pertanyaan mengemuka.

Sebuah kebetulan,tak disengaja,Kala menikmati pagi dimana mentari mulai beranjak naik,terbersit kata-kata "negeri matahari terbit" tadi.Lagi-lagi Jepang.Negara yang dulu pernah menjajah negeri ini dengan begitu pongah dan penuh angkara.Benarkah mereka tak lagi menjajah kita sekarang?Aku tak setuju.Coba kita lihat,kawan.Dimana-mana ada barang buatan mereka.Dari peralatan elektronik,peralatan rumah tangga,sampai kendaraan bermotor dan alat-alat berat.Bukankah ini sebuah bentuk penjajahan baru yang lazim disebut neo-kolonialisme?Penjajahan terselubung yang memang halus.Mereka tak lagi merampas paksa barang-barang kita,sumber daya alam,atau hasil panen para petani seperti dulu,tetapi mereka mengambil gaji bulanan para pegawai negeri atau swasta yng tiap bulan disetorkan nuntuk membayar sepeda motor atau mobil kreditan.Lalu,uang yang tak terhitung lagi jumlahnya itu "diangkut ke Jepang" untuk menambah kekayaan perusahaan dan para pekerjanya disana.Artinya,kita miskin selalu mengidupi yang kaya.Tak sadar bahwa sebenarnya kita diperas terus-menerus dengan dalih pemenuhan kebutuhan akan mobilitas dan teknologi yang tinggi.Kalau dulu mereka menjajah secara gamblang dan telanjang,sekarang dengan cara yang lebih rapi dan sistematis.

Selasa, 03 Juni 2008

Kata Bang Iwan


"BBM naik tinggi,susu tak terbeli
Orang pintar tarik subsidi
Bayi jadi kurang gizi"
(Iwan Fals)

Lagu yang sudah lama tercipta itu masih sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini.Memprihatinkan...Di tengah arus modernisasi yang melaju kencang,kita terjerembab dalam problema yang itu-itu saja.BBM naik,harga-harga ikut naik...
Sementara negara-negara penghasil minyak sedang menikmati booming,kita makin terpuruk.Padahal,kita sendiri adalah penghasil minyak dan anggota OPEC yang cukup diperhitungkan,meski posisi Indonesia tak seperti dulu.
Mengapa minyak mahal?
Beragam argumen berloncatan.Argumen pemerintah yang dirasa aneh dan sepertinya tak masuk akal banyak ditentang oleh berbagai kalangan masyarakat.Terjadi demonstrasi disana-sini.Menuntut pemerintah untuk mencabut kebijakan yang tidk populis dan cenderung menyengsarakan rakyat ini.
Lalu apa yang mesti kita lakukan,kawan?

Dua Jam Bersama Ad,Sebentar Bersama Budi

Jam 21.15 aku keluar dari arena Malang Book Fair yang akan ditutup pada pukul 22.00.Ini hari ketiga.Tinggal satu hari lagi pameran akan ditutup.Aku melangkAh ke alun-alun bundar di depan Gedung Skodam tempat pameran berlangsung.Duduk menulis beberapa puisi di bangku taman.Seorang bule melintas.
"Hai,Sir.Where are you from?Holland?",tanyaku sambil lontarkan senyum.
"Australia,mas..",sahutnya dengan riang.
Mas?Oh,barangkali ia warga keturunan atau paling tidak sudah lama tinggal di Indonesia dan beristri orang Jawa.Bisa juga ia sudah ber-KTP Malang.
"Sorry,Sir.Saya kira anda tidak bisa berbahasa Indonesia",ujarku.
"Oh,saya sedang belajar bahasa-nya mas"
"Good..good...",kuacungkan jempol tangan kananku.
"Tinggal di Malang?Bali?"
"No..no..no..Jogja"
"Jogja?Saya pernah tinggal disana juga sekitar three years",aku mencoba ngomong English sebisaku.
Hm,ada bule Australia,kesempatan langka yang harus kumanfaatkan untuk mempraktekkan Bahasa Inggris yang selama ini kurasa begitu sulit dan rumit untuk dikuasai.Kebetulan ia sedang belajar bahasa Indonesia.Jadi,kami sama-sama maklum kalau bicara belepotan.Bahasa Indonesia-nya terbata-bata dan masih banyak kosakata yang belum ia mengerti.Sementara,aku berucap dengan'bad English',hehehe...ketika ia bertanya memakai bahasa kita,akan kujawab dengan bahasa-nya sebisaku.Lucu sekali.
Kemudian ia berbicara tentang kesan-kesannya di Splendid Inn,tempat ia menginap.Si bule yang bernama'Ad'ini menyukai Bali,Malang,Sumatra,dan Lombok.Tetapi kurang begitu suka Kalimantan,Papua,dan Timor(termasuk Timor Leste).Hm,orang kulit putih memang terbuka,kalau suka ya bilang suka,kalau tidak ia akan bilang tidak.Sebuah sikap yang patut dihargai.
Ad juga bertanya tentang acara yang baru saja aku ikuti.Menarik.Kutanya pendapatnya tentang Islam,tentang kerukunan beragama.Aku bilang padanya,I'm a moslem,but not fanatic.Ia kelihatan senang.Syukurlah,aku sempat khawatir kalau-kalau ia menganggapku'teroris',hehehe...sebab,korban terbanyak sewaktu peristiwa bom Bali I dan II adalah warga Australia.Menurut Ad,agama tidak penting bagi orang barat atau bangsa kulit putih.Maka,ia pun memiliki pola pikir serupa.Ketika kutanya apa agamanya,barangkali Katolik atau Protestan,ia geleng-gelengkan kepala.Saya percaya Tuhan,tetapi saya rasa agama bukanlah sesuatu yang'important',begitu katanya.
Ehm.Sepertinya terlalu'sensitif',maka obrolan aku alihkan.
"Bagaimana pendapat anda tentang kota Malang?",kali ini aku yang berbahasa Indonesia,dia yang ber-English ria.Terbalik dengan cara berkomunikasi semula,dimana ia berbahasa Indonesia,aku yang berbahasa Inggris.
"Oh...beautifully...sure,e..e..green,..m..m..clean.Yes...yes...clean",ujarnya sambil sunggingkan senyum
"Banyak orang smile..smile..",lanjutnya.
Obrolan berlanjut,ia bertanya-tanya tentang gedung-gedung di sekitar tempat ini.Aku jelaskan padanya.Ada Balaikota atau leader office(benarkah demikian grammar atau tata bahasanya?Ah,mungkin salah,tetapi ia terlihat bisa mengerti maksudku),parliament building atau Gedung DPRD,military compleks(salah ya?),Senior High School alias SMAN I dan juga Junior High School alias SMPN 4 Malang.Obrolan selanjutnya tentang makanan kesukaan.Ternyata ia menyukai Padang's food,juga gudeg.
Oh ya,aku lupa.Ad sebelumnya sudah bilang-di awal perkenalan-bahwa ia bukan berwisata di Indonesia.Tetapi ada keperluan selama 5 bulan di UGM,mengadakan riset tentang masyarakaT Indonesia.Ad adalah seorang praktisi pendidikan di bidang sosiologi.Sebuah cabang ilmu sosial yang disenanginya selain ilmu tentang culture,art,history,and antopology.Dia tak suka ilmu ekonomi dan segala ilmu eksakta.Hitung-mengitung uang dalam angka sangatlah menjemukan,begitu ia bilang.
Ad lebih suka berkeliling ke mana saja seorang diri.Ke Amerika Serikat,Thailand,Malaysia,Singapore,etc.
"I'm don't like Kamboja,Vietnam,India,Afrika",ujarnya.
Entah mengapa.Aku memang sengaja tak menanyakannya.Tetapi kesimpulanku,ia tak suka kondisi sosial politik di negara-negara tersebut,meski tak semuanya bercitra buruk(mungkin Indonesia juga tidak lebih baik).
Temapat kami berbincang berpindah ke luar bunderan.Duduk di atas pagar tembok setinggi satu meter di utara bunderan.Menghadap beberapa penjual bakso,rokok,dan bakpao.Hm,untung perut ini sudah kekenyangan karena sudah makan di arena pameran.Tetapi,kalau Ad hendak mentraktir pun aku tak keberatan.Dengan senang hati aku akan menerimanya.Lho,dia mau mentraktir?Barangkali,sih.Konon,turis asing senang mentraktir.Pengalaman beberapa orang teman demikian.Seperti Sobri yang berkenalan dengan turis muda dari Finlandia sewaktu ia berada di Solo.Juga teman-teman lain di Jogja yang mempunyai pengalaman serupa.Aku menunggu.Barangkali ia ingin mencicipi bakso Arema.Menit-menit berlalu...Eh,sepertinya ia tak berminat untuk jajan.Ad terus bercerita.Bahwa ia sempat jalan-jalan di sekitar Ijen,Stadion Gajayana,dan stasiun Kotabaru.Hm,aku harus maklum.Ia sendiri bilang,ia memilih Splendid Inn karena Hotel Tugu yang berada di sebelah terlalu mahal.Turis kere,begitu pikirku geli dalam hati.Ah,sudahlah.Toh aku sudah kenyang.Berinteraksi dengan warga asing bukan berarti harus ngobrol sambil makan bersama.Hitung-hitung sebagai pembelajaran Bahasa Inggris secara langsung.
"Ngantuk?",tanya Ad.
"Hm,mulai.Anda mau ke hotel dan tidur sekarang?",sahutku.
"Belum,nanti sekitar jam duabelas"
Ad menguap.Tampaknya kantuk mulai menyergap.Tetapi,ia masih belum puas menikmati keindahan suasana malam di tempat ini.Sesaat kami terdiam.Mobil,sepeda motor,dan becak yang melintas mulai jarang.Beberapa pedagang kakilima di depan kami mulai berkemas-kemas satu persatu.Ad melirik jam tangannya.Aku menenggak seteguk air dari gelas plastik Aqua.

Hari berganti.Aku berjalan ke perpustakaan umum kota Malang di Jalan Ijen no.31.Ini adalah rumah kedua bagiku.Tempat membaca,menulis,dan berdiskusi tentang apa saja.Bertemu teman-teman dari segala umur dan kalangan,nge-net gratis karena ada fasilitas hotspot bagi laptop pengunjung.Ada juga fasilitas Speedy Telkom di lantai dua.Gratis juga.Jangan salah,ini adalah salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia .Pernah mendapat penghargaan Terbaik ke-II pada tahun 2005 dan 2007.Selain fasilitas internet gratis,ada juga kantin,ruang pameran yang representatif,dan pemutaran film seminggu dua kali.Yang istimewa dibandingkan perpustakaan lainnya adalah jam buka,mulai dari jam 08.00-20.00 di hari Senin-Jum'at.Jam 09.00-16.00 di hari Sabtu,dan jam 09.15.30 di hari Minggu.
Sampai di sana,sudah ada si Budi,Dosen D3 pariwisata Ummer(Universitas Merdeka).Lelaki gendut berumur 27 tahun ini sudah lama tak kujumpai di tempat ini.
"Hai,Bud.Kok lama nggak nongol.Kemana saja kamu",tanyaku.
"Wah,sibuk,Mbang.Sebentar lagi ada Mid Semester,UTS.",sahutnya sambil ulurkan tangan.
Sepuluh menit kemudian,aku dan Budi sudah nongkrong di bangku kantin.Makan bakso,minum segelas es teh,ber-say hello dengan orang yang kukenal.Seperti kubilang tadi,ini seperti rumah kedua bagiku.Karena itu,orang-orang sudah hafal padaku.Dari petugas jaga,tukang parkir,dan pengunjung-pengunjung lain yang yang juga'kecanduan perpus'.

(bersambung,hehehe...)

Minggu, 01 Juni 2008

4th Malang Islamic Book Fair 2008


Syakaa Event Organizer dari Yogyakarta kembali mengadakan acara pameran buku-buku Islam untuk yang keempat kalinya di kota Malang.Event tahunan yang bertajuk Malang Islamic Book Fair ini diadakan di Aula Skodam Brawijaya di sebelah utara alun-alun bundar depan balai kota.Acara yang berlangsung dari tanggal 30 Mei sampai 4 Juni 2008 inijuga dimeriahkan dengan bedah buku,talkshow,dan nasyid.
Alhamdulillah,dari beberapa acara bedah buku di arena pameran yang sudah berlangsung tiga hari ini,saya mendapatkan doorprize atau hadiah gratis.Ada buku Guru Goblok Bertemu Murid Goblok,Manajemen Lisan,Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf,dan Amalan Hati.Juga majalah Al Falah,tabloid Suara Islam,dan dua voucher makan gratis di Mie Kocok Mang Uci senilai 2x10.500 rupiah.
Hm,inilah salah satu'keahlian saya'dalam acara bedah buku.Mengajukan pertanyaan yang mengena agar dipilih oleh sang pembedah-biasanya si pengarang atau orang penerbitan-untuk menerima doorprize.Dan seperti biasa pula,buku atau majalah/tabloid yang saya peroleh saya taruh di perpustakaan Kedai Buku Sinau dengan harapan orang lain juga bisa membaca dan mengambil manfaat darinya.
Dan Insya Alloh,dari pameran yang saat ini masih berlangsung tersebut saya akan berusaha mendapatkan kembali doorprize,terutama buku-buku.Doakan,kawan.

Kamis, 29 Mei 2008

Ada Apa Dengan Sunset?

Mengapa saya suka dengan gambar sunset atau matahari terbenam seperti slide di samping?
Senja temaram adalah saat kita beranjak ke gelap malam,waktu untuk kita istirahat dan merenungkan apa yang telah kita kerjakan dalam satu hari yang kita lewati.Sama dengan niat saya membuka blog ini.Untuk merenung dan berkeluh kesah,menumpahkan apa yang ada di hati dan kepala.Menulis apa yang telah atau sedang saya dengar,saya rasa,atau yang saya lihat.Juga untuk melepas hari dari kepenatan dan rutinitas yang seringkali membuat kita stres tak berkesudahan.Maka,dengan filosofi sunset atau matahari tebenam,saya mencoba lebur ke dalam perenungan dan permenungan sambil rehat barang sejenak.

SLANK


Kuil Cinta menggema dari MP3.Lagu itu dialunkan oleh grup legendaris dari Gang Potlot,Jakarta Selatan,yang beberapa hari lalu mengadakan konser di sebuah gedung pertunjukan ternama di kota London,Inggris.Siapakah mereka?Tak ada penggemar musik-terutama anak muda-yang tidak mengenalnya.
Slank.Grup band ini berdiri sejak tahun 1983,satu tahun setelah kelahiran saya ke dunia.Hebatnya,mereka masih eksis sampai detik ini.Masih kuat bertahan di tengah deras serbuan para pendatang baru yang tiada henti.Sebuah eksistensi yang mengagumkan,dimana banyak penyanyi atau grup band seangkatan atau bahkan angkatan-angkatan di bawah mereka yang sudah hilang dari peredaran,Slank masih terus berdendang,masih terus masuk dapur rekaman,masih terus setia menhibur jutaan Slankers,penggemar fanatik mereka.Apa kunci suksesnya?
Lain waktu akan kita bahas lebih lanjut soal yang satu ini.OK,guys...?

Mana Perubahan Itu?


"Mana perubahan itu?Perubahan yang membawa kami menuju kesejahteraan.
Mana perubahan itu?Perubahan yang membawa kehidupan ini menjadi lebih baik.
Mana perubahan itu?Perubahan yang membuat harga-harga menjadi terjangkau.
Mana perubahan itu?Perubahan yang membuat rasa aman dan tenteram menjadi murah."
(sebuah artikel di majalah SM menjelang Pemilu presiden 2004)

Seorang budayawan dari Yogyakarta yang menulisnya.Menohok tajam pada calon-calon yang berteriak dengan lantang,yang mengepalkan jemari dengan penuh tenaga sambil berteriak,"Pilih saya...!Negara akan makmur sentosa,gemah ripah loh jinawi...!!"
Ketika reformasi bergulir,ketika perubahan melanda negeri,sejuta harap dan beribu asa
menggema dari dada-dada jelata yang rindu akan perbaikan nasib,rindu pemimpin yang adil bijaksana,rindu kebahagiaan hidup,yang sanggup membuat mereka menepuk dada,bangga,dan berujar,"Saya orang Indonesia.."
Saya jadi teringat dengan puisi Taufik Ismail-penyair besar yang akan datang ke sebuah acara di kota ini pada tanggal 8 Juni besok-yang berjudul'Saya Malu Jadi Orang Indonesia'.Sebuah satire yang amat memprihatinkan.Saya yakin,sang penyair mewakili berjuta orang di negeri ini.Apalagi puisi panjang tersebut dibuat sekitar tahun 1998,tahun dimana segala macam kebusukan,kebiadaban,dan angkara murka merajalela.Bak bangkai yang bertahun-tahun terbungkus oleh karung yang makin usang,sehingga akhirnya tercium.Orang lalu membongkarnya,lalu mabuk terhadap apa yang ia saksikan.
Tahun itu sudah berlalu dalam sepuluh bilangan warsa.Ya,sepuluh tahun berlalu sudah,tapi apa porak poranda,tercerai berai,belum dapat kita satukan kembali dalam keutuhan yang semestinya.Lalu apa yang kita harapkan dengan perubahan yang terjadi?Lantas,apapula yamng berubah?
Oke,demokratisasi memang lebih leluasa dalam bergulir.Tetapi apa arti semua itu ketika kondisi rakyat tidak jauh lebih baik dibandingkan sepuluh tahun yang lalu?Bahkan,dalam beberapa hal keadaan menjadi lebih buruk.Sementara,para calon presiden 2009 masih senandungkan nada yang sama,irama yang seragam,lagu semu tentang perubahan.Lagu ilusi penuh kepalsuan.
Ya,mereka para calon pemimpin kita itu memang berubah.Dari pemimpin partai berubah menjadi presiden,ketua partai berubah jadi presiden,atau yang tadinya wakil presiden mnjadi presiden.Terus,apa yang berubah dari rakyat negeri ini?
Kawan,mari ambil gitar,kita nyanyikan lagu Franky Sahilatua,
"Tanah pertiwi anugerah Ilahi...
Jangan makan sendiri..."

Sendiri

Sepi
Sunyi
Sendiri

Tiada
dialektika
semiotika
apalagi matematika

hati tak bisa diukur dengan angka
pun tak dapat diteorikan seksama

murung...

Makan Gratis

Ah,sial.Komputer ngadat.Padahal saya sudah lebih dari setengah jam yang lalu sibuk membuat postingan baru,tentang peresmian Mal Olympic Garden alias MOG.Sebuah pusat perbelanjaan yang terpadu dengan kompleks olahraga Gajayana.Yah..besok saja deh saya posting tulisan tersebut.Sebab,seperti saya bilang tadi,komputer tiba-tiba mati tanpa sebab yang jelas.Akhirnya,saya pun berpindah ke komputer yang lainnya.Lho,berapa komputer saya?Banyak,ada delapan.Maklum ini kan komputer perpustakaan yang disediakan untuk pengunjung.Tinggal pilih.Hehehe...
Oh ya,kerapkali saya dan teman-teman berteriak anti kapitalisme,anti globalisasi.
Tetapi,siang itu saya sengaja'lupa'.Begini,saya diajak teman menghadiri undangan peresmian mal baru itu.Makan nasi goreng,ayam bakar,es sirsak,dan beberapa makanan ringan.Ah,persetan.Perut saya lapar dan ada makan gratis.Untuk sementara saya kesampingkan dulu apa itu anti kapitalisme,apa itu anti globalisasi.Saya tidak munafik,sebagai anak kos,sebagai anak rantau,saya paling senang makan gratis.Mumpung ada kesempatan,jangan dilewatkan.Hehehe...

Selasa, 20 Mei 2008

Pulang

Adalah suatu hal yang menarik ketika kita pulang kampung,Orang-orang yang kita kenal dan sebaliknya akan tersenyum ramah,menyapa dengan penuh keakraban,menyambut kita dengan senang gembira.Itu yang aku rasakan tatkala pulang ke 'sarang' di Banjurpasar,Buluspesantren,Kebumen,Jawa Tengah.Hm,dua bulan yang lalu aku mudik.Mau pulang lagi belum ada waktu.Kapan-kapan saja kalau tak ada kesibukan.Bukan begitu,kawan?

Minggu, 18 Mei 2008

Pagiku di Ijen,19 Mei 2008

Untuk kesekian kali aku takjub.Untuk kesekian kali hati ini bergetar.
Jalan yang sedikit meliuk di pertigaan depan perpustakaan kota pancarkan pesona.
Beratus palem menjulang,dedaunan berpelepah melambai,sibakkan pagi nan menawan hati.Sementara,hiasan-hiasan dari bambu berjajar rapi.Bak lampu kota berderet-deret.Sungguh,aku seolah kembali ke masa sekitar dua tahun lalu,saat kaki baru kali kali pertama menjejakkan langkah di sini.
Pagi yang menakjubkan.
Tadi,aku menemukan uang 7000 rupiah.Alhamdulillah,Alloh memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.Di dekat Bank Bukopin,mata tertumbuk pandang pada lembaran-lembaran berharga itu.Buat apa uang itu nanti?Mencari tambahan 3000 rupiah lagi lalu buat nge-net paketan nanti malam.Ah,lebih baik kubelanjakan di pameran buku Malang Membaca.Beli buku 5000-an,obralan Yusuf Agency.1000 rupiah untuk segelas teh di kedai Sinau,1000 rupiah lagi buat isi-isi dompet.Sipp..

Hatiku masih bergetar.
Jalan kota Malang di pagi hari sungguh memukau.Tiada henti kuberdecak.Meski sudah dua tahun mengenal kota sejuk ini,pesona itu selalu memanjakan mata,mencipta beragam makna,memendarkan berjuta pesona,dan tiada henti memukau.
Oh ya,tanggal mulai tanggal 22 sampai tanggal 25 nanti,acara Malang Kembali akan 'kembali' untuk ketiga kalinya.Mencicip aroma masa silam,melebur diri dalam suasana lampau,dan merasakan bagaimana Malang tempo doeloe.
Mari kawan,mari berkunjung ke jalan ini.
Engkau harus tahu,Ijen begitu memukau...
Disinilah hatiku tertambat,
...

Sabtu, 17 Mei 2008

Merayakan Ide

Ide bisa datang kapan saja,dan dari mana saja.Bisa dari pengalaman pribadi,cerita dari orang lain,atau dari sesuatu yang terlintas begitu saja di benak kita.Dengan kata lain,ide berasal berasal dari sesuatu yang kita rasa,kita lihat,dan kita dengar.
Dengannya kita bisa berbuat apa saja,sebab ia adalah obyek semata.Kita dapat mengambil sesuatu yang berguna darinya,mengolahnya menjadi sesuatu yang menarik,dan mengundang keingintahuan banyak orang tentang hal tersebut.
Merayakan ide.
Mengapa ia mesti dirayakan?
Mengutip pernyataan seseoarang bernama J.K.Rowling,sang penulis buku-buku best seller Harry Potter,ide adalah sesuatu yang amat berharga.Darinya,kita bisa perolah banyak hal.Darinya kita bisa banyak berbuat sesuatu,dan darinya pula kita bisa menemukan banyak hal-hal baru.
Celebration of idea....
Amazing....