Beberapa hari ini aku absen posting disini.Sekarang stand by lagi setelah dua tiga hari ini hany mengulik friendster saja.Sebentar,aku mau merubah beberapa tampilan,megedit beberapa hal disini.Seperti misalnya,link akan kupindah ke samping biar enak terlihat.Oke?
..........
.........
....
..
.
Selesai sudah aku mengganti template serta memindah halaman link,buku favorit,dan juga halaman youtube ke samping kanan.Biar nggak bosan dengan penampilan yang itu-itu saja.
Sabtu, 21 Juni 2008
Rabu, 18 Juni 2008
Lagi Lagi......
Suer,tadi nemu duit lagi...!!
Lumayan,9.000 rupiah..
Alhamdulillah,Tuhan memberi lagi rezeki yang tergeletak di jalanan.Tak kusangka,dalam tiga hari ini aku mendapatkan rezeki nomplok,meski dalam jumlah biasa-biasa saja.
Kok bisa ya??
Lumayan,9.000 rupiah..
Alhamdulillah,Tuhan memberi lagi rezeki yang tergeletak di jalanan.Tak kusangka,dalam tiga hari ini aku mendapatkan rezeki nomplok,meski dalam jumlah biasa-biasa saja.
Kok bisa ya??
Senin, 16 Juni 2008
Keberuntungan
Aku menemukan uang 10.000 rupiah di depan gerbang Universitas Brawijaya.
Saat itu,Ada dua taksi yang mangkal disana.Mungkin sudah rejekiku,kedua sopir taksi yang kebetulan berdiri di dekatku tak melihatnya.Aku yang sedang melintas pelan langsung membungkuk sast mataku tertumbuk ke bawah.Alhamdulillah...
Ini bukan pertama kalinya memungut uang di jalan.
Tepat di hari ulang tahunku,19 Mei kemarin,aku menemukan uang 7.000 rupiah di depan Bank Bukopin,Jl.Kawi.Hehehe..kado kejutan di pagi hari.Tergeletak di trotoar dan hendak beterbangan oleh sapuan angin.Sebelum berhamburan,selembar 5.00-an dan 2 lembar 1.ooo-an itu kutangkap sambil membungkuk.Hup!
Pernah juga aku melihat uang tergeletak sewaktu berada di perempatan Joglo,kota Solo.Mau tahu?Gambar Soekarno-Hatta,100.000-an.Sumpah..!Itu adalah sejarah "penemuanku" yang terbesar.Kebetulan saat itu menjelang lebaran.Ah,kutabung buat beli baju,begitu pikirku.Eh,bulan puasa belum habis,duit itu sudah tak berbekas,kupakai buat nge-net terus,hahahaha....
Kalau sama mba ii-kakakku-sering sekali.Aku sampai tak tahu sudah berapa kali nemu duit saat berboncengan sepeda motor di Jogja atau sewaktu pulang pergi ke Kebumen.Kebetulan waktu itu aku masih tinggal di Yogyakarta ikut tinggal bersama kakakku tadi.Dari uang 2.000,5.000,7.000,berkali-kali kami temukan.Apalagi kalau sekedar 500 atau 1.000-an,sering sekali kali mendapatkannya di jalan.Uang segitu diambil juga?Kawan,rezeki tak boleh "ditolak",hehehe...Kalau seribuan kami cuek saja sama pandangan orang.Tapi kalau gope'an atau 500-an koin,kami menunggu beberapa menit saat jalanan agak sepi.Sambil nongkrong di jok,aku atau kakakku membungkuk.
.....
Yup..rezeki ada di mana-mana.
Pernah punya pengalaman serupa?
Saat itu,Ada dua taksi yang mangkal disana.Mungkin sudah rejekiku,kedua sopir taksi yang kebetulan berdiri di dekatku tak melihatnya.Aku yang sedang melintas pelan langsung membungkuk sast mataku tertumbuk ke bawah.Alhamdulillah...
Ini bukan pertama kalinya memungut uang di jalan.
Tepat di hari ulang tahunku,19 Mei kemarin,aku menemukan uang 7.000 rupiah di depan Bank Bukopin,Jl.Kawi.Hehehe..kado kejutan di pagi hari.Tergeletak di trotoar dan hendak beterbangan oleh sapuan angin.Sebelum berhamburan,selembar 5.00-an dan 2 lembar 1.ooo-an itu kutangkap sambil membungkuk.Hup!
Pernah juga aku melihat uang tergeletak sewaktu berada di perempatan Joglo,kota Solo.Mau tahu?Gambar Soekarno-Hatta,100.000-an.Sumpah..!Itu adalah sejarah "penemuanku" yang terbesar.Kebetulan saat itu menjelang lebaran.Ah,kutabung buat beli baju,begitu pikirku.Eh,bulan puasa belum habis,duit itu sudah tak berbekas,kupakai buat nge-net terus,hahahaha....
Kalau sama mba ii-kakakku-sering sekali.Aku sampai tak tahu sudah berapa kali nemu duit saat berboncengan sepeda motor di Jogja atau sewaktu pulang pergi ke Kebumen.Kebetulan waktu itu aku masih tinggal di Yogyakarta ikut tinggal bersama kakakku tadi.Dari uang 2.000,5.000,7.000,berkali-kali kami temukan.Apalagi kalau sekedar 500 atau 1.000-an,sering sekali kali mendapatkannya di jalan.Uang segitu diambil juga?Kawan,rezeki tak boleh "ditolak",hehehe...Kalau seribuan kami cuek saja sama pandangan orang.Tapi kalau gope'an atau 500-an koin,kami menunggu beberapa menit saat jalanan agak sepi.Sambil nongkrong di jok,aku atau kakakku membungkuk.
.....
Yup..rezeki ada di mana-mana.
Pernah punya pengalaman serupa?
Tiada Hari Tanpa Blogging
Hari-hari ini,saya tak pernah lepas dari aktivitas yang bernama posting atau mengisi blog yang saya buat.Satu atau dua jam per hari selalu saya sempatkan untuk aktivitas ini.Ada rasa lega tatkala uneg-uneg yang ada di hati saya luapkan di layar komputer.Entah mengungkapkan ekspresi senang,marah,jengkel,atau sekedar berbagi info dan sedikit menyampaikan pengetahuan yang saya miliki.
Bagi saya,menulis bukanlah sekedar bertujuan agar karya saya dibaca orang.Hal tersebut tak begitu penting.Bagi saya,menulis adalah pekerjaan,entah menghasilkan uang atau tidak.
Menulis adalah media bagi saya untuk melepaskan diri dari belenggu rutinitas,meluapkan apa yang mengganjal di hati dan pikiran.Tak hanya di blog,saya juga hampir tak pernah absen menulis di lembaran-lembaran kertas HVS atau kadang-kadang di rental komputer.
Ketika saya memutuskan untuk menceburkan diri sebagai anggota komunitas penulis di kota ini,saya mempunyai tekad untuk semakin sering menulis sebagai sarana pembelajaran langsung.Hal itu juga menjadi salah satu sebab mengapa saya sering sekali mengisi blog.
Tiada hari tanpa blogging,hehehe...Itu kalimat yang saya camkan dalam hati.
(Paling tidak di hari-hari belakangan ini...)
Bagi saya,menulis bukanlah sekedar bertujuan agar karya saya dibaca orang.Hal tersebut tak begitu penting.Bagi saya,menulis adalah pekerjaan,entah menghasilkan uang atau tidak.
Menulis adalah media bagi saya untuk melepaskan diri dari belenggu rutinitas,meluapkan apa yang mengganjal di hati dan pikiran.Tak hanya di blog,saya juga hampir tak pernah absen menulis di lembaran-lembaran kertas HVS atau kadang-kadang di rental komputer.
Ketika saya memutuskan untuk menceburkan diri sebagai anggota komunitas penulis di kota ini,saya mempunyai tekad untuk semakin sering menulis sebagai sarana pembelajaran langsung.Hal itu juga menjadi salah satu sebab mengapa saya sering sekali mengisi blog.
Tiada hari tanpa blogging,hehehe...Itu kalimat yang saya camkan dalam hati.
(Paling tidak di hari-hari belakangan ini...)
Minggu, 15 Juni 2008
Dari Fatih S. Lagi di Bandung
Saya baru buat grup di Blogcatalog.com namanya Blooger Indonesia alamatnya di http://www.blogcatalog.com/group/blogger-indonesia Untuk bergabung klik di sini: http://www.blogcatalog.com/groups/join/blogger-indonesia. Kalau belum gabung di blogcatalog, silahkan sign-up (register) dulu di sini.
Apa gunanya? Tentu saja untuk promosi blog sendiri. Promosikan blog dan link posting terbaru blog Anda di komentar group atau posting group. Silakan gabung dulu dan rasakan manfaatnya.
Di deskripsi group saya tulis cara-cara promosi blog di sana sbb:
Komunitas blogger Indonesia di blogcatalog ayo rame-rame gabung di sini dan saling silaturrahmi. Alamat group: http://www.blogcatalog.com/group/blogger-indonesia
Untuk gabung: http://www.blogcatalog.com/group/join/blogger-indonesia
- Cara Promosi Blog -
Klik topik yang ada trus reply untuk berkomentar atau buat topik baru (klik “Start A New Discussion”) dan taruh URL link blog dan/atau URL link posting blog Anda di situ.
Salam promosi blog,
Apa gunanya? Tentu saja untuk promosi blog sendiri. Promosikan blog dan link posting terbaru blog Anda di komentar group atau posting group. Silakan gabung dulu dan rasakan manfaatnya.
Di deskripsi group saya tulis cara-cara promosi blog di sana sbb:
Komunitas blogger Indonesia di blogcatalog ayo rame-rame gabung di sini dan saling silaturrahmi. Alamat group: http://www.blogcatalog.com/group/blogger-indonesia
Untuk gabung: http://www.blogcatalog.com/group/join/blogger-indonesia
- Cara Promosi Blog -
Klik topik yang ada trus reply untuk berkomentar atau buat topik baru (klik “Start A New Discussion”) dan taruh URL link blog dan/atau URL link posting blog Anda di situ.
Salam promosi blog,
Refleksi dan Blog Tutorial ( from Fatih S. to Bambang di Malang )
Ternyata “di luar kesengajaan” saya sudah menulis buku dengan Cosa Aranda isinya tentu saja seputar blog, tips blogging dan seputar cara cari duit via internet seperti adsense, dll.
Anehnya lagi saya baru sadar kalau saya menulis buku soal tutorial blogger setelah diberitahu Cosa Aranda via trackback postingnya Copy Paste Massal. Masih bingung? Begini ceritanya, ada orang yang menulis buku tentang blog dan cara cari duit via internet. Setelah Cosa membacanya dengan seksama ternyata banyak isi buku tersebut hasil contekan dari internet. Sebagian besar tampaknya dari tutorial di blog ini dan blognya Cosa.
Berikut fakta-fakta buku tutorial blog berdasar temuan Cosa:
Jumlah tulisan dari Bab II sampai Bab IV
Bab II: Ada tiga buah tulisan. Dua buah artikel berasal dari blog ini dengan judul Memasang Foto di Profile
dan Menambahkan Read More. Sedang satunya lagi berasal dari situs lain.
Bab III: Ada enam artikel. Tiga tulisan punya Cosa Aranda. Sedang tiga yang lain tidak diketahui.
Bab IV: Ada lima artikel. Dua artikel milik Cosa. Yang empat sisanya dari sejumlah blog.
Bab V: Ada 11 artikel. Lima artikel milik saya. Sedang sisanya campuran dari berbagai sumber. Ada satu artikel yang sebenarnya punya saya yang berjudul “RSS XML FEED” (lihat link) tapi Cosa salah mengelink ke salah satu blog yang suka copas blog saya. :)
Bab VI: Ada delapan artikel. Empat tulisan milik Cosa, sedang sisanya dari berbagai sumber.
Total asal muasal artikel yang diambil:
Dari afatih.wordpress.com: 7 (tujuh) artikel.
Dari cosaaranda.com: 11 (sebelas) artikel.
Cosa tampak sangat rajin dan telaten mencari postingan asli dari artikel-artikel di buku tersebut sehingga bagi yang tertarik dengan buku campursari itu, membaca link-link di blog Cosa sudah cukup mewakili.
Copy paste content blog yang populer seperti tutorial blog ini oleh blogger lain memang lumrah. Sejak awal mula saya buat tutorial sudah puluhan blog yang mengcopy-paste (tanpa menyebut nama penulis dan sumber link posting). Namun, bahwa isi blog ini dicopy paste untuk isi sebuah buku baru pertama kali ini terjadi.
Sebenarnya saya sendiri kurang nyaman setiap kali ada blogger mengcopy paste isi blog ini tanpa menyebut nama penulis dan sumber tulisan. Ada dilema di hati saya. Di satu sisi saya ingin membiarkan mereka copy/paste untuk “karir pemula” dengan harapan kalau sudah pintar bisa kreatif sendiri nantinya. Tapi di sisi lain ada perasaan bersalah karena dengan membiarkan sikap copy paste seperti itu terjadi itu kurang mendidik.
Karena itu saya setuju dengan sikap Cosa yang membeberkan masalah ini. Semoga ini jadi pelajaran bagi blogger pemula dan lanjut untuk lebih kreatif dan energik dengan konten sendiri atau menyebut dengan lapang dada sumber tulisan kalau hasil mengutip tulisan orang.
Anehnya lagi saya baru sadar kalau saya menulis buku soal tutorial blogger setelah diberitahu Cosa Aranda via trackback postingnya Copy Paste Massal. Masih bingung? Begini ceritanya, ada orang yang menulis buku tentang blog dan cara cari duit via internet. Setelah Cosa membacanya dengan seksama ternyata banyak isi buku tersebut hasil contekan dari internet. Sebagian besar tampaknya dari tutorial di blog ini dan blognya Cosa.
Berikut fakta-fakta buku tutorial blog berdasar temuan Cosa:
Jumlah tulisan dari Bab II sampai Bab IV
Bab II: Ada tiga buah tulisan. Dua buah artikel berasal dari blog ini dengan judul Memasang Foto di Profile
dan Menambahkan Read More. Sedang satunya lagi berasal dari situs lain.
Bab III: Ada enam artikel. Tiga tulisan punya Cosa Aranda. Sedang tiga yang lain tidak diketahui.
Bab IV: Ada lima artikel. Dua artikel milik Cosa. Yang empat sisanya dari sejumlah blog.
Bab V: Ada 11 artikel. Lima artikel milik saya. Sedang sisanya campuran dari berbagai sumber. Ada satu artikel yang sebenarnya punya saya yang berjudul “RSS XML FEED” (lihat link) tapi Cosa salah mengelink ke salah satu blog yang suka copas blog saya. :)
Bab VI: Ada delapan artikel. Empat tulisan milik Cosa, sedang sisanya dari berbagai sumber.
Total asal muasal artikel yang diambil:
Dari afatih.wordpress.com: 7 (tujuh) artikel.
Dari cosaaranda.com: 11 (sebelas) artikel.
Cosa tampak sangat rajin dan telaten mencari postingan asli dari artikel-artikel di buku tersebut sehingga bagi yang tertarik dengan buku campursari itu, membaca link-link di blog Cosa sudah cukup mewakili.
Copy paste content blog yang populer seperti tutorial blog ini oleh blogger lain memang lumrah. Sejak awal mula saya buat tutorial sudah puluhan blog yang mengcopy-paste (tanpa menyebut nama penulis dan sumber link posting). Namun, bahwa isi blog ini dicopy paste untuk isi sebuah buku baru pertama kali ini terjadi.
Sebenarnya saya sendiri kurang nyaman setiap kali ada blogger mengcopy paste isi blog ini tanpa menyebut nama penulis dan sumber tulisan. Ada dilema di hati saya. Di satu sisi saya ingin membiarkan mereka copy/paste untuk “karir pemula” dengan harapan kalau sudah pintar bisa kreatif sendiri nantinya. Tapi di sisi lain ada perasaan bersalah karena dengan membiarkan sikap copy paste seperti itu terjadi itu kurang mendidik.
Karena itu saya setuju dengan sikap Cosa yang membeberkan masalah ini. Semoga ini jadi pelajaran bagi blogger pemula dan lanjut untuk lebih kreatif dan energik dengan konten sendiri atau menyebut dengan lapang dada sumber tulisan kalau hasil mengutip tulisan orang.
Belajar Nge-net
Belajar internet dari hari ke hari semakin menyenangkan.Banyak hal-hal baru yang saya tahu,dan masih ada segunung hal-hal yang berkaitan dengannya yang belum saya ketahui.Meski saya mengenal internet semenjak tahun 2002,selama inio pula saya tak begitu berminat untuk lebih serius lagi dalam mempelajari.Bahkan,dulu sebulan hanya satu atau dua kali menginjakkan kai ke warnet.Dulu seringkali pula aku tak berkunjung ke warnet sama sekali selama satu bulan penuh.Pada masa-masa itu saya masih tinggal di Yogyakarta bersama kakak.
Saya mulai tertarik untuk belajar lebih mendalam tentang ilmu dunia maya ini setelah hijrah ke kota dingin,Malang.Di kota terbesar kedua di Jawa Timur ini saya kos di depan sebuah warnet.
Dan tahukah anda berapa tarif warnet perjam di kota ini?Tarif "wajar" untuk pemakaian di siang hari sekitar 2.500-3.600 rupiah per-jam.Yang membuat beda dunia "perwarnetan" kota Malang dengan kota-kota lain adalah tarif paket malam-nya,sebesar 10.000 rupiah selama 7-10 jam.Di warnet depan kos-kosan saya tarif paket malamnya adalah sebesar 10.000 rupiah untuk jangka waktu 9 jam(22.00-07.00).Bahkan ada sebuah warnet di Malang sini yang memasang tarif sebanyak itu untuk pemakaian selama 12 jam!.Coba cari yang kondisi semacam ini di kota lain,susah sekali...
Banyak teman di kota lain yang kaget sewaktu saya beritahu tentang kondisi dunia "perwarnetan" disini.Sama seperti keterkejutan saya saat pertama kali tahu fenomena nge-net murah meriah di kota ini.
Karena tarif yang terjangkau,mulai seringlah saya berselancar di warnet depan kos-kosan saya itu.Selain di warnet tersebut,saya kadang-kadang juga "mencicipi" suasana di warnet-warnet lain.Dan dari situlah,kemampuan saya makin berkembang,sedikit demi sedikit.Dari yang tadinya tak bisa membuat e-mail sedikit pun-sewaktu di Yogya saya hanya browsing satu atau dua jam saja-juga,sekarang saya sudah bisa membuat blog,dan beberapa pengetahuan sederhana lainnya.Bahkan,sekarang saya sering mengajari teman-teman yang masih amat pemula dalam soal internet.Misalnya seputar blogging,chatting,browsing,etc.Hacking?Kalau ini saya belum bisa,hehehehe...anda mau ajari saya?
Kalau anda punya tips dan kiat-kiat praktis seputar dunia internet,saya mohon anda mau berbagi di e-mail saya : bamz82@yahoo.co.id
Mau kan?
Saya mulai tertarik untuk belajar lebih mendalam tentang ilmu dunia maya ini setelah hijrah ke kota dingin,Malang.Di kota terbesar kedua di Jawa Timur ini saya kos di depan sebuah warnet.
Dan tahukah anda berapa tarif warnet perjam di kota ini?Tarif "wajar" untuk pemakaian di siang hari sekitar 2.500-3.600 rupiah per-jam.Yang membuat beda dunia "perwarnetan" kota Malang dengan kota-kota lain adalah tarif paket malam-nya,sebesar 10.000 rupiah selama 7-10 jam.Di warnet depan kos-kosan saya tarif paket malamnya adalah sebesar 10.000 rupiah untuk jangka waktu 9 jam(22.00-07.00).Bahkan ada sebuah warnet di Malang sini yang memasang tarif sebanyak itu untuk pemakaian selama 12 jam!.Coba cari yang kondisi semacam ini di kota lain,susah sekali...
Banyak teman di kota lain yang kaget sewaktu saya beritahu tentang kondisi dunia "perwarnetan" disini.Sama seperti keterkejutan saya saat pertama kali tahu fenomena nge-net murah meriah di kota ini.
Karena tarif yang terjangkau,mulai seringlah saya berselancar di warnet depan kos-kosan saya itu.Selain di warnet tersebut,saya kadang-kadang juga "mencicipi" suasana di warnet-warnet lain.Dan dari situlah,kemampuan saya makin berkembang,sedikit demi sedikit.Dari yang tadinya tak bisa membuat e-mail sedikit pun-sewaktu di Yogya saya hanya browsing satu atau dua jam saja-juga,sekarang saya sudah bisa membuat blog,dan beberapa pengetahuan sederhana lainnya.Bahkan,sekarang saya sering mengajari teman-teman yang masih amat pemula dalam soal internet.Misalnya seputar blogging,chatting,browsing,etc.Hacking?Kalau ini saya belum bisa,hehehehe...anda mau ajari saya?
Kalau anda punya tips dan kiat-kiat praktis seputar dunia internet,saya mohon anda mau berbagi di e-mail saya : bamz82@yahoo.co.id
Mau kan?
Menulis Lagi
Tiada hari tanpa menulis.Itulah semboyan yang saya anut dalam dua tiga bulan ini.Saya ingin menjadi penulis yang baik,maka harus rajin-rajin belajar.Belajar yang terbaik adalah dengan mempraktekkan apa yang sedang kita pelajari sesering mungkin.Mempraktekkan apa yang saya baca dari buku,dari apa yang saya dapat dari teman-teman lain yang lebih berpengalaman,serta dari apa yang saya temukan dalam proses kepenulisan saya selama ini.Semakin sering saya menulis,semakin terasa bahwa saya sesungguhnya belum menjadi apa-apa dan belum menjadi siapa-siapa.
Apa yang belum saya ketahui,apa yangb belum saya kuasai seakan bertambah banyak saja dari waktu ke waktu.Setiap saat,setelah saya membukau catatan yang saya buat seminggu atau dua minggu yang lalu,saya pasti menemukan hal-hal yang harus diperbaiki,misalnya dalam hal diksi atau pilihan kata yang saya gunakan dalam sebuah artikel,cerpen,atau puisi yang saya buat,yang kadang-kadang masih kurang klop dengan kosakata sebelum atau sesudahnya.Juga dalam hal pembuatan judul karangan,penentuan paragraf,atau isi tulisan yang menyimpang atau tidak fokus pada tema yang saya angkat.
Hal-hal semacam inilah yang selalu membuat saya selalu terpacu untuk belajar,belajar,dan belajar.....
Saya yakin,banyak di antara anda yang sudah jauh lebih mumpuni dalam bidang kepenulisan.Jauh lebih berpengalaman di dunia blogging,atau punya latar belakang pendidikan bahasa atau sastra,sehingga saya berharap,anda bisa mengomentari tulisan-tulisan saya disini.Saran dan kritik juga selalu saya nantikan.
Terima kasih....
Apa yang belum saya ketahui,apa yangb belum saya kuasai seakan bertambah banyak saja dari waktu ke waktu.Setiap saat,setelah saya membukau catatan yang saya buat seminggu atau dua minggu yang lalu,saya pasti menemukan hal-hal yang harus diperbaiki,misalnya dalam hal diksi atau pilihan kata yang saya gunakan dalam sebuah artikel,cerpen,atau puisi yang saya buat,yang kadang-kadang masih kurang klop dengan kosakata sebelum atau sesudahnya.Juga dalam hal pembuatan judul karangan,penentuan paragraf,atau isi tulisan yang menyimpang atau tidak fokus pada tema yang saya angkat.
Hal-hal semacam inilah yang selalu membuat saya selalu terpacu untuk belajar,belajar,dan belajar.....
Saya yakin,banyak di antara anda yang sudah jauh lebih mumpuni dalam bidang kepenulisan.Jauh lebih berpengalaman di dunia blogging,atau punya latar belakang pendidikan bahasa atau sastra,sehingga saya berharap,anda bisa mengomentari tulisan-tulisan saya disini.Saran dan kritik juga selalu saya nantikan.
Terima kasih....
Sabtu, 14 Juni 2008
Maghrib Menjelang
Sebentar lagi Maghrib,saya akan mengakhiri postingan ini.Setengah jam lagi harus sudah stand by di Sasana Budaya UM.Oh ya,saya tadi sempat membuat dua buah puisi di blog saya yang satunya,bambangriyanto.blogspot.com
Blog tersebut berisi cerpen dan puisi serta beberapa artikel yang sedikit serius.hehehe...
Browsing ke sana ya...
ada kenalan,cewek lho...mau coba ta'kirim e-mail...
serius......
Blog tersebut berisi cerpen dan puisi serta beberapa artikel yang sedikit serius.hehehe...
Browsing ke sana ya...
ada kenalan,cewek lho...mau coba ta'kirim e-mail...
serius......
Demokrasi di Bumi Arema dan "Suap"
Sehabis Maghrib,saya akan menghadiri acara peluncuran buku Demokrasi di Bumi Arema yang berlangsung di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang(UM).Saya mendapatkan undangan di acara yang menghadirkan langsung sang penulis,Bapak Peni Suparto,sang editor yang kebetulan teman saya,Liga Alam,dan juga ada bintang tamu Rieke Diah Pitaloka,yang kebetulan masih satu partai poitik dengan sang penulis.Siapa Peni Suparto?Dia adalah walikota non aktif yang akan kembali meramaikan bursa pilkada langsung di bulan depan.Jadi,bisa dibilang bahwa acara nanti malam sekaligus menjadi acara kampanye.Meski sang penulis membantahnya,orang mempersepsikan demikian.Termasuk saya.
Bukan berarti saya simpatisan sang calon walikota tersebut.Bukan pula anggota partai politik yang sama dengannya.Saya hanya tertarik karena dua hal.Pertama,ingin melihat bagaimana teman saya atau si Liga Alam ini memaparkan sinopsis buku tersebut.Sebagai seorang teman,bohong kalau saya bilang tak tertarik untuk menonton Liga yang kebetulan jadi salah satu "bintang acara" tersebut.Alasan yang kedua,saya tertarik untuk mendapatkan buku gratis.Sebab,saat mengisi buku tamu nanti,undangan yang kita bawa bisa ditukar dengan buku gratis karya sang calon walikota.Soal buku gratis,inilah salah satu kesukaan saya.Dalam acara-acara bedah buku ataupun book fair,saya sering mendapat buku gratis setelah sata mengajukan pertanyaaan-pertanyaan,dean kebetulan pertanyaan-pertanyaan tersebut disukai oleh sang pembedah buku. Tetapi,khusus acara ini,semua orang yang memperoleh undangan akan mendapatkan buku gratis.Asyik...
Tadi adalah dua tujuan penting saya hadir di acara nanti malam.Sedangkan tujuan yang tak kalah pentingnya juga ada dua.Pertama,jelas ada acara makan-makan atau sekedar coffe break.Apalagi yang punya acara adalah cawali.Tidak mungkin kalau tak ada acara makan-makan.Hehehe...Terus yang kedua,ada "amplop" untuk kalangan pers.Kebetulan saya ada janji sama Mas Haryo,teman saya di FPKM(Fotum Penulis Kota Malang) yang juga kontributor majalah Matabaca.Pengalaman Mas Haryo sewaktu peluncuran buku Pak Peni juga beberapa bulan yang lalu,ada amplop sebesar 50.000 rupiah untuk setiap wartawan yang hadir.Karena itu,ia berharap akan dapat amplop yang isinya lebih besar daripada peluncuran beberapa bulan lalu itu,atau minimal sama.Alasannya,ini sudah dekat pilkada,jadi amplop harus lebih besar,hehehe....
Saya sendiri juga "kontributor" Indymedia Center,harian online internet yang beredaksi di Jakarta.Saya menyebut diri sebagai "kontributor Malang",sebab saya tinggal di kota Malang dan juga bernasib "malang" karena tulisan saya jarang dimuat di sana.Hehehe...(kok ketawa lagi).
Jadi,semua wartawan yang hadir akan disuap?
Ini susahnya,kawan.Suap atau uang sogokan susah untuk didefinisikan secara gamblang.Misalnya begini,anda hadir di pesta ulang tahun teman.Lalu ketika anda datang dikasih snack,makan besar,dan uang,misalnya 10 atau 20.ooo rupiah dari teman anda itu sebagai tanda ucapan terima ksih karena nada telah hadir dan turut memeriahkan acara.Lalu,ketika wartawan mengalami hal yang sama sebagai tanda ucapan terima kasih karena telah "bersusah payah" menulis berita tentang sebuah acara yang ia hadiri,apakah bisa dikategorikan suap?Saya berpendapat,terlalu terburu-buru untuk mengatakannya demikian.
Saya balik bertanya,apakah wartawan atau sekedar pencari berita lepas seperti saya tak bethak untuk menerima hadiah karena posisi atau profesi yang kami jalani ini?
Memang dalam kode etik jurnalistik ada aturan bahwa wartawan dilarang menerima sesuatu atau meminta sesuatu dari narasumber.Tetapi,lagi-lagi ini sebuah kalimat yang
rancu dalam penafsirannya.Saya sendiri setuju,tetapi jangan "digebyah uyah",dalam artian semua yang kita terima dari narasumber dianggap suap.
Begini.Misal anda seorang jurnalis/wartawan atau sekedar kontributor lepas seperti saya datang ke sebuah desa untuk mewancarai seorang petani.Anda mencari tahu tentang kegagalan panen di desa tersebut.Lalu,di rumah sang petani kita disuguhi segelas kopi,rokok,makanan kecil,atau bahkan anda diajak makan siang misalnya.Apakah itu juga dikategorikan suap?Sebab kita menerima "sesuatu" dari seorang narasumber.
Saya yakin anda bisa membedakannya.Demikian juga tatkala kami menerima uang tanda terima kasih dalam jumlah yang wajar.Kecuali kita memaksa sang calon walikota untuk membayar kami sejumlah sekian-jumlah yang tak masuk akal-agar liputan acara bedah buku itu dimuat,baru kami bisa dikatakan salah.Atau misalnya,sang cawali tadi menyodorkan sekian juta agar rencana kita untuk memuat korupsi yang pernah dia lakukan sewaktu menduduki jabatan yang dulu tidak jadi sehingga masyarakat tidak tahu.Inilah yang bisa dikategorikan suap atau sogokan.
Jadi,anda harus berpikir jernih dalam hal ini.Saya yakin anda semua bisa.Oke..?
Bukan berarti saya simpatisan sang calon walikota tersebut.Bukan pula anggota partai politik yang sama dengannya.Saya hanya tertarik karena dua hal.Pertama,ingin melihat bagaimana teman saya atau si Liga Alam ini memaparkan sinopsis buku tersebut.Sebagai seorang teman,bohong kalau saya bilang tak tertarik untuk menonton Liga yang kebetulan jadi salah satu "bintang acara" tersebut.Alasan yang kedua,saya tertarik untuk mendapatkan buku gratis.Sebab,saat mengisi buku tamu nanti,undangan yang kita bawa bisa ditukar dengan buku gratis karya sang calon walikota.Soal buku gratis,inilah salah satu kesukaan saya.Dalam acara-acara bedah buku ataupun book fair,saya sering mendapat buku gratis setelah sata mengajukan pertanyaaan-pertanyaan,dean kebetulan pertanyaan-pertanyaan tersebut disukai oleh sang pembedah buku. Tetapi,khusus acara ini,semua orang yang memperoleh undangan akan mendapatkan buku gratis.Asyik...
Tadi adalah dua tujuan penting saya hadir di acara nanti malam.Sedangkan tujuan yang tak kalah pentingnya juga ada dua.Pertama,jelas ada acara makan-makan atau sekedar coffe break.Apalagi yang punya acara adalah cawali.Tidak mungkin kalau tak ada acara makan-makan.Hehehe...Terus yang kedua,ada "amplop" untuk kalangan pers.Kebetulan saya ada janji sama Mas Haryo,teman saya di FPKM(Fotum Penulis Kota Malang) yang juga kontributor majalah Matabaca.Pengalaman Mas Haryo sewaktu peluncuran buku Pak Peni juga beberapa bulan yang lalu,ada amplop sebesar 50.000 rupiah untuk setiap wartawan yang hadir.Karena itu,ia berharap akan dapat amplop yang isinya lebih besar daripada peluncuran beberapa bulan lalu itu,atau minimal sama.Alasannya,ini sudah dekat pilkada,jadi amplop harus lebih besar,hehehe....
Saya sendiri juga "kontributor" Indymedia Center,harian online internet yang beredaksi di Jakarta.Saya menyebut diri sebagai "kontributor Malang",sebab saya tinggal di kota Malang dan juga bernasib "malang" karena tulisan saya jarang dimuat di sana.Hehehe...(kok ketawa lagi).
Jadi,semua wartawan yang hadir akan disuap?
Ini susahnya,kawan.Suap atau uang sogokan susah untuk didefinisikan secara gamblang.Misalnya begini,anda hadir di pesta ulang tahun teman.Lalu ketika anda datang dikasih snack,makan besar,dan uang,misalnya 10 atau 20.ooo rupiah dari teman anda itu sebagai tanda ucapan terima ksih karena nada telah hadir dan turut memeriahkan acara.Lalu,ketika wartawan mengalami hal yang sama sebagai tanda ucapan terima kasih karena telah "bersusah payah" menulis berita tentang sebuah acara yang ia hadiri,apakah bisa dikategorikan suap?Saya berpendapat,terlalu terburu-buru untuk mengatakannya demikian.
Saya balik bertanya,apakah wartawan atau sekedar pencari berita lepas seperti saya tak bethak untuk menerima hadiah karena posisi atau profesi yang kami jalani ini?
Memang dalam kode etik jurnalistik ada aturan bahwa wartawan dilarang menerima sesuatu atau meminta sesuatu dari narasumber.Tetapi,lagi-lagi ini sebuah kalimat yang
rancu dalam penafsirannya.Saya sendiri setuju,tetapi jangan "digebyah uyah",dalam artian semua yang kita terima dari narasumber dianggap suap.
Begini.Misal anda seorang jurnalis/wartawan atau sekedar kontributor lepas seperti saya datang ke sebuah desa untuk mewancarai seorang petani.Anda mencari tahu tentang kegagalan panen di desa tersebut.Lalu,di rumah sang petani kita disuguhi segelas kopi,rokok,makanan kecil,atau bahkan anda diajak makan siang misalnya.Apakah itu juga dikategorikan suap?Sebab kita menerima "sesuatu" dari seorang narasumber.
Saya yakin anda bisa membedakannya.Demikian juga tatkala kami menerima uang tanda terima kasih dalam jumlah yang wajar.Kecuali kita memaksa sang calon walikota untuk membayar kami sejumlah sekian-jumlah yang tak masuk akal-agar liputan acara bedah buku itu dimuat,baru kami bisa dikatakan salah.Atau misalnya,sang cawali tadi menyodorkan sekian juta agar rencana kita untuk memuat korupsi yang pernah dia lakukan sewaktu menduduki jabatan yang dulu tidak jadi sehingga masyarakat tidak tahu.Inilah yang bisa dikategorikan suap atau sogokan.
Jadi,anda harus berpikir jernih dalam hal ini.Saya yakin anda semua bisa.Oke..?
Jumat, 13 Juni 2008
Berani Nekat
Saya membuat blgo baru.Masih di blogspot.Namanya beraninekat.blogspot.com.Berisi banyak tip-tip menarik untuk memeperolah banyak hal atau menjalani banyak aktivitas menantang dan seru.Diperuntukkan terutama bagi anda yang menyukai tantangan,pantang menyerah,dan selalu tertarik dengang hal-hal baru.Juga berguna bagi anda yang berkantong tipis,banyak kiat-kiat bagaimana anda bisa menikmati hidup dengan mengeluarkan sedikit uang atau bahkan tanpa membuka isi dompet sama sekali.
Tertarik?
Tertarik?
Internet Marketing
Baru saja saya membuka sebuah blog yang bernama antianneahira.blogspot.com yang berisi bantahan akan metode dan misi yang dijalankan oleh Anne Ahira dan Elite Team,sebuah jaringan yang mnyebut diri internet marketing yang mulai diperbincangkan sejak tahun 2005.Saya sendiri belum begitu faham apa dan bagaimana skema yang dijalankan oleh Anne Ahira dkk.Saya sendiri tertarik dengan apa yang dinamakan internet marketing,sebuah sistem pemasaran barang atau jasa lewat media internet.Yang menghambat diri saya selama ini adalah saya tidak yakin akan diri sendiri,apakah saya mampu menjalankannya?Sebuah pertanyaan yang saya yakin sering diajukan orang kepada dirinya sendiri.Yang menarik di dunia yang terbilang masih baru di Indonesia adalah barang atau jasa yang kita tawarkan bisa ditawarkan selama 24 jam kepada orang di seluruh dunia.Lanjut........
Aremania
Tahukah anda apa itu Aremania?Bagi penggemar sepakbola tentu tak asing dengan nama tersebut,julukan bagi suporter tim Arema atau Singo Edan asal Malang,Jawa Timur.Kelompok yang tak ada struktur resmi organisasinya ini dua kali memperoleh peghargaan dari PSSI.Pertama,dinobatkan sebagai Suporter Teladan tahun 2000.Yang kedua,dinobatkan sebagai The Best Supporter Copa Indonesia tahun 2006.Sebuaah prestasi yang tidak mudah untuk diraih.Uniknya,kelompok-kelompok suporter lain yang lebih terorganisir rapi dan resmi pula(dalam arti berbadan hukum)belum pernah sekalipun mendapat gelar tersebut,sedangkan Aremania yang sebenarnya OTB(Organisasi Tanpa Bentuk)justru meraih predikat terbaik sebanyak dua kali.
Sebenarnya apa yang membedakan Aremania dengan yang lain? Banyak,itu yang menjadi nilai lebih.Bukan karena saya tinggal di kota Malang lalu menilai terlalu subyektif.Dengarlah pendapat Fajar Putu Arcana,wartawan Kompas.Ia menilai kegilaan publik Malang terhadap sepakbola adalah yang nomor satu di negeri ini.Bahkan,hampir mirip dengan kegilaan fans sepakbola di Eropa.Juga pendapat Andi Yusuf Bachtiar,kontributor tablod BOLA sekaligus insan perfilman.Menurut pria yang sudah melihat langsung bagaimana suporter di Piala Dunia 2002,berbaur langsung dengan suporter klub-klub Amerika Latin dan beberapa negara Eropa ini,Aremania adalah yang the best sampai saat ini.Sampai-sampai ia tertarik untuk membuat film The Conductors yang dibintangi oleh Yuli Sumpil,dirijen suporter Aremania.
Beberapa kalangan seperti mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar,budayawan Shindunata,dan motivator ulung Gede Prama menyatakan hal yang tak jauh berbeda.Bahkan,menurut pandangan Gede Prama,Aremania bukan sekedar suporter sepakbola.Tetapi merupakan subkultur masyarakat Malang Raya dan sekitarnya yang egaliter,ekstrovert,dan lugas.
Fakta yang tak bisa dibantah,bahwa Aremania mempunyai kelompok-kelompok yang lazim disebut korwil(koordinator wilayah).Mereka tersebar di kampung-kampung(ada korwil Jodipaness,Tongan,Kasin,Gadang,dsb),sekolah/kampus(korwil SMA Nasional,kampus Ummer,kampus putih UMM,Unisma,dsb),kota lain(Blitar,Pasuruan,Bandung,Jakarta,Balikpapan,Denpasar,Batam,dsb),bahkan di negara-negara lain(Jerman,AS,Bekanda,Korsel,Jepang,Hongkong,Malaysia,dsb).Ini yang tidak dijumpai di kelompok lain.
Dan yang menarik pula,komunitas yang tersebar di mana-mana ini bukan hanya warga asal Malang,tetapi juga warga setempat.Seperti Aremania korwil Jerman yang pernah datang ke pertandingan Arema vs Persija di Stadion Kanjuruhan tahun 2006,justru lebih banyak bulenya.Korwil Arema Batavia atau Aremania Jakarta terdiri dari berbagai suku di Indonesia.Atau anda boleh datang sendiri ke pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan atau Stdion Gajayana.Anda akan menemukan fakta bahwa bukan hanya orang Jawa saja yang menonton,tetapi banyak juga orang Madura,Tionghoa,Arab,dan para mahasiswa dari berbagai daerah.Dan nyatanya,tak ada lagu-lagu Aremania yang berbahasa Jawa,semua lagu menggunakan bahasa Indonesia.Ini berbeda dengan kelompok-kelompok suporter di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada umumnya.Seperti Pasoepati,Panser Biru,Snex,Slemania,dan lain-lain yang sering bernyanyi menggunakan bahasa Jawa.Menurut saya,inilah bukti bahwa meski mayoritas penonton bersuku Jawa,mereka tidak memaksakan diri untuk "arogan".Pengalaman saya sewaktu menonton pertandingan Persis Solo di Stadion Manahan dan pertandingan PSS Sleman di Mandala Krida dulu,banyak juga warga non-Jawa yang menonton dan ikut bernyanyi.Tetapi mereka akan terdiam tatkala lagu-lagu berbahasa Jawa dinyanyikan.Bisa jadi mereka enggan atau karena tak bisa mengikutinya,bahkan mungkin tak tahu artinya.
Soal militansi dan fanatisme,barangkali hanya bisa ditandingi oleh bonek-suporter Persebaya Surabaya-tetapi soal jumlah jangan ditanya.Rekor rata-rata jumlah penonton per-pertandingan adalah yang terbesar setiap tahunnya di Indonesia.Soal yang satu ini belum ada yang menandingi.Begitu pula soal jumlah suporter yang mengikuti timnya ke pertandingan di kota lain.Tur dalam jumlah lebih dari 50 bus sudah biasa bagi Aremania,apalagi sekedar memborong tiket kereta.Bagi yang berkantong pas-pasan,banyak yang menumpang truk atau kereta barang.Mereka sanggup menahan susah selama dalam perjalanan.Tak sekedar ke Jakarta atau Jogja dan Solo misalnya kelompok yang "mbonek" ini berangkat.Makassar,Bandar Lampung,atau Palembang pernah mereka datangi dengan cara yang "kurang masuk akal tersebut.Lagi-lagi hanya bonek yang menjadi tandingan dalam hal ini.Hanya Aremania lebih beruntung dalam soal citra,karena mereka selalu membeli tiket tatkala masuk stadion manapun di Indonesia.Juga jarang sekali membuat keonaran selama perjalanan berangkat dan pergi.Meski mereka pernah membakar stadion Brawijaya Kediri di putaran 8 besar Ligina tahun 2007 karena kecewa pada kepemimpinan wasit yang menganulir 3 gol Singo Edan,juga membuat Stadion Wilis Madiun rusak berat,tetapi orang maklum bahwa tindakan tersebut karena mereka dirugikan terlebih dahulu.Sekali lagi,ini bukan sekedar pandangan subyektif,tapi tengoklah banyak komentar orang di media massa,media elektronik,dan internet.Mereka memaklumi meski tak setuju bahwa apapun alasannya,kekerasan dan tindak anarkisme tidak boleh dilakukan.
Selain pria,Aremania juga terdiri dari suporter wanita yang populer dengan sebutan Aremanita.Konon merupakan "sayap" suporter perempuan yang terbesar di negeri ini.Lagi-lagi sebuah hal yang membanggakan bagi masyarakat Malang.
Bagi yang belum pernah ke kota Malang,datanglah kemari.Kita akan lihat betapa tulisan dan atribut Arema dan Aremania ada dimana-mana.Mural-mural berbau Singo Edan,pakaian suporter dalam berbagai bentuk dan desain dipakai oleh laki-laki dan perempuan dimana-mana.
Apalagi jika anda datang di hari pertandingan.Jalanan akan macet menjelang siang sekitar jam 11 sampai jam 3 sore.Lalu sepi dan kembali ramai pada saat Maghrib sampai Isya.Dimana-mana jalanan macet.Apalagi kalau Arema bertanding di Stadion Kanjuruhan.Ular-ularan suporter tak pernah putus berjam-jam.Suatu fenomena yang membuat orang-orang menggeleng-gelengkan kepala,terutama para pendatang baru atau kebetulan sedang berada di wilayah Malang Raya untuk suatu keperluan.
Lebih dahsyat lagi atmosfer di dalam stadion.Berpuluh ribu orang bernyanyi dan bergoyang bernyanyi di bawah komando Yuli Sumpil dengan iringan beberapa jenis drum yang mengiringi dengan rancak.Maka,engkau akan merinding layaknya orang-orang di stadion.Mereka yang tinggal di Malang dan sering menyaksikan Singo Edan bermain saja masih sering merinding melihat gerakan ritmis dengan suara nan menggetarkan itu,apalagi bagi yang baru pertama kali menyaksikannya.Tidak berlebihan,sebab dedengkot Macz Man-suporter PSM Makassar-,Daeng Uki,serta beberapa pentolan The Jakmania dan Paoepati menyatakan hal yang serupa.
Mantan pelatih Arema dan pelatih tim nasional Indonesia di era pertengahan 90-an,Henk Wullems,pernah berkata bahwa menyaksikan Aremania beraksi mengingatkannya akan atmosfir stadion di Eropa(kebetulan ia seorang warga Belanda).Ia juga berkata,hanya Tambaksari dan Gajayana(waktu itu belum ada Kanjuruhan)-lah stadion di Indonesia yang bisa merindingkan bulu romanya.
Saya pribadi mengatakan begini,semua kelompok suporter memang kompak dalam bernyanyi dan bergoyang layaknya Aremania.Tetapi ada satu yang membedakannya,aura.Seorang teman berkata beberapa waktu yang lalu,Aremania berbeda karena ada "soul" atau jiwa dalam bernyanyi.Ya,sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.Saya merasakan hal serupa ada pada Pasoepati masa Pelita Solo masih ada,The Jakmania pada saat awal,dan Bonek pada pertengahan 90-an.Sesuatu yang gagal dipertahankan oleh kelompok-kelompok suporter tersebut masih ada dan selalu terjaga pada tiap-tiap Aremania.Soul...Aura...
Mungkin anda kira saya terlalu berlebuhan dan terlalu subyektif.Tak mengapa,mungkin anda belum pernah menyaksikan langsung.Oke,mungkin anda bisa menyaksikan aksi mereka lewat rekaman video.Cari saja di Youtube.Atau buka di, satujiwa.multiply.com
Terima kasih....
Sebenarnya apa yang membedakan Aremania dengan yang lain? Banyak,itu yang menjadi nilai lebih.Bukan karena saya tinggal di kota Malang lalu menilai terlalu subyektif.Dengarlah pendapat Fajar Putu Arcana,wartawan Kompas.Ia menilai kegilaan publik Malang terhadap sepakbola adalah yang nomor satu di negeri ini.Bahkan,hampir mirip dengan kegilaan fans sepakbola di Eropa.Juga pendapat Andi Yusuf Bachtiar,kontributor tablod BOLA sekaligus insan perfilman.Menurut pria yang sudah melihat langsung bagaimana suporter di Piala Dunia 2002,berbaur langsung dengan suporter klub-klub Amerika Latin dan beberapa negara Eropa ini,Aremania adalah yang the best sampai saat ini.Sampai-sampai ia tertarik untuk membuat film The Conductors yang dibintangi oleh Yuli Sumpil,dirijen suporter Aremania.
Beberapa kalangan seperti mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar,budayawan Shindunata,dan motivator ulung Gede Prama menyatakan hal yang tak jauh berbeda.Bahkan,menurut pandangan Gede Prama,Aremania bukan sekedar suporter sepakbola.Tetapi merupakan subkultur masyarakat Malang Raya dan sekitarnya yang egaliter,ekstrovert,dan lugas.
Fakta yang tak bisa dibantah,bahwa Aremania mempunyai kelompok-kelompok yang lazim disebut korwil(koordinator wilayah).Mereka tersebar di kampung-kampung(ada korwil Jodipaness,Tongan,Kasin,Gadang,dsb),sekolah/kampus(korwil SMA Nasional,kampus Ummer,kampus putih UMM,Unisma,dsb),kota lain(Blitar,Pasuruan,Bandung,Jakarta,Balikpapan,Denpasar,Batam,dsb),bahkan di negara-negara lain(Jerman,AS,Bekanda,Korsel,Jepang,Hongkong,Malaysia,dsb).Ini yang tidak dijumpai di kelompok lain.
Dan yang menarik pula,komunitas yang tersebar di mana-mana ini bukan hanya warga asal Malang,tetapi juga warga setempat.Seperti Aremania korwil Jerman yang pernah datang ke pertandingan Arema vs Persija di Stadion Kanjuruhan tahun 2006,justru lebih banyak bulenya.Korwil Arema Batavia atau Aremania Jakarta terdiri dari berbagai suku di Indonesia.Atau anda boleh datang sendiri ke pertandingan Arema di Stadion Kanjuruhan atau Stdion Gajayana.Anda akan menemukan fakta bahwa bukan hanya orang Jawa saja yang menonton,tetapi banyak juga orang Madura,Tionghoa,Arab,dan para mahasiswa dari berbagai daerah.Dan nyatanya,tak ada lagu-lagu Aremania yang berbahasa Jawa,semua lagu menggunakan bahasa Indonesia.Ini berbeda dengan kelompok-kelompok suporter di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada umumnya.Seperti Pasoepati,Panser Biru,Snex,Slemania,dan lain-lain yang sering bernyanyi menggunakan bahasa Jawa.Menurut saya,inilah bukti bahwa meski mayoritas penonton bersuku Jawa,mereka tidak memaksakan diri untuk "arogan".Pengalaman saya sewaktu menonton pertandingan Persis Solo di Stadion Manahan dan pertandingan PSS Sleman di Mandala Krida dulu,banyak juga warga non-Jawa yang menonton dan ikut bernyanyi.Tetapi mereka akan terdiam tatkala lagu-lagu berbahasa Jawa dinyanyikan.Bisa jadi mereka enggan atau karena tak bisa mengikutinya,bahkan mungkin tak tahu artinya.
Soal militansi dan fanatisme,barangkali hanya bisa ditandingi oleh bonek-suporter Persebaya Surabaya-tetapi soal jumlah jangan ditanya.Rekor rata-rata jumlah penonton per-pertandingan adalah yang terbesar setiap tahunnya di Indonesia.Soal yang satu ini belum ada yang menandingi.Begitu pula soal jumlah suporter yang mengikuti timnya ke pertandingan di kota lain.Tur dalam jumlah lebih dari 50 bus sudah biasa bagi Aremania,apalagi sekedar memborong tiket kereta.Bagi yang berkantong pas-pasan,banyak yang menumpang truk atau kereta barang.Mereka sanggup menahan susah selama dalam perjalanan.Tak sekedar ke Jakarta atau Jogja dan Solo misalnya kelompok yang "mbonek" ini berangkat.Makassar,Bandar Lampung,atau Palembang pernah mereka datangi dengan cara yang "kurang masuk akal tersebut.Lagi-lagi hanya bonek yang menjadi tandingan dalam hal ini.Hanya Aremania lebih beruntung dalam soal citra,karena mereka selalu membeli tiket tatkala masuk stadion manapun di Indonesia.Juga jarang sekali membuat keonaran selama perjalanan berangkat dan pergi.Meski mereka pernah membakar stadion Brawijaya Kediri di putaran 8 besar Ligina tahun 2007 karena kecewa pada kepemimpinan wasit yang menganulir 3 gol Singo Edan,juga membuat Stadion Wilis Madiun rusak berat,tetapi orang maklum bahwa tindakan tersebut karena mereka dirugikan terlebih dahulu.Sekali lagi,ini bukan sekedar pandangan subyektif,tapi tengoklah banyak komentar orang di media massa,media elektronik,dan internet.Mereka memaklumi meski tak setuju bahwa apapun alasannya,kekerasan dan tindak anarkisme tidak boleh dilakukan.
Selain pria,Aremania juga terdiri dari suporter wanita yang populer dengan sebutan Aremanita.Konon merupakan "sayap" suporter perempuan yang terbesar di negeri ini.Lagi-lagi sebuah hal yang membanggakan bagi masyarakat Malang.
Bagi yang belum pernah ke kota Malang,datanglah kemari.Kita akan lihat betapa tulisan dan atribut Arema dan Aremania ada dimana-mana.Mural-mural berbau Singo Edan,pakaian suporter dalam berbagai bentuk dan desain dipakai oleh laki-laki dan perempuan dimana-mana.
Apalagi jika anda datang di hari pertandingan.Jalanan akan macet menjelang siang sekitar jam 11 sampai jam 3 sore.Lalu sepi dan kembali ramai pada saat Maghrib sampai Isya.Dimana-mana jalanan macet.Apalagi kalau Arema bertanding di Stadion Kanjuruhan.Ular-ularan suporter tak pernah putus berjam-jam.Suatu fenomena yang membuat orang-orang menggeleng-gelengkan kepala,terutama para pendatang baru atau kebetulan sedang berada di wilayah Malang Raya untuk suatu keperluan.
Lebih dahsyat lagi atmosfer di dalam stadion.Berpuluh ribu orang bernyanyi dan bergoyang bernyanyi di bawah komando Yuli Sumpil dengan iringan beberapa jenis drum yang mengiringi dengan rancak.Maka,engkau akan merinding layaknya orang-orang di stadion.Mereka yang tinggal di Malang dan sering menyaksikan Singo Edan bermain saja masih sering merinding melihat gerakan ritmis dengan suara nan menggetarkan itu,apalagi bagi yang baru pertama kali menyaksikannya.Tidak berlebihan,sebab dedengkot Macz Man-suporter PSM Makassar-,Daeng Uki,serta beberapa pentolan The Jakmania dan Paoepati menyatakan hal yang serupa.
Mantan pelatih Arema dan pelatih tim nasional Indonesia di era pertengahan 90-an,Henk Wullems,pernah berkata bahwa menyaksikan Aremania beraksi mengingatkannya akan atmosfir stadion di Eropa(kebetulan ia seorang warga Belanda).Ia juga berkata,hanya Tambaksari dan Gajayana(waktu itu belum ada Kanjuruhan)-lah stadion di Indonesia yang bisa merindingkan bulu romanya.
Saya pribadi mengatakan begini,semua kelompok suporter memang kompak dalam bernyanyi dan bergoyang layaknya Aremania.Tetapi ada satu yang membedakannya,aura.Seorang teman berkata beberapa waktu yang lalu,Aremania berbeda karena ada "soul" atau jiwa dalam bernyanyi.Ya,sesuatu yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.Saya merasakan hal serupa ada pada Pasoepati masa Pelita Solo masih ada,The Jakmania pada saat awal,dan Bonek pada pertengahan 90-an.Sesuatu yang gagal dipertahankan oleh kelompok-kelompok suporter tersebut masih ada dan selalu terjaga pada tiap-tiap Aremania.Soul...Aura...
Mungkin anda kira saya terlalu berlebuhan dan terlalu subyektif.Tak mengapa,mungkin anda belum pernah menyaksikan langsung.Oke,mungkin anda bisa menyaksikan aksi mereka lewat rekaman video.Cari saja di Youtube.Atau buka di, satujiwa.multiply.com
Terima kasih....
Kamis, 12 Juni 2008
Hampir Pulang
Waktu hampir jam 9 malam.Sudah lumayan capek di kafe ini.Oke...besok sambung lagi.
Mungkin dengan catatan atau artikel yang menggelitik,asyik,dan menarik.Semoga.Terima kasih wahai blog-ku,teman di kala senang,kawan di kala susah,penghibur hati di saat kesepian,sahabat terbaik di kala gundah.Besok kita bermain lagi.Dengan segenap rasa hati yang penuh dengan ketulusan dan makna.Semoga kita akan lebih bermanfaat bagi sesama.Amien.Kawan,aku pulang...mau tidur setelah nongkrong sedari siang.
Dag...
Mungkin dengan catatan atau artikel yang menggelitik,asyik,dan menarik.Semoga.Terima kasih wahai blog-ku,teman di kala senang,kawan di kala susah,penghibur hati di saat kesepian,sahabat terbaik di kala gundah.Besok kita bermain lagi.Dengan segenap rasa hati yang penuh dengan ketulusan dan makna.Semoga kita akan lebih bermanfaat bagi sesama.Amien.Kawan,aku pulang...mau tidur setelah nongkrong sedari siang.
Dag...
Cuap-Cuap Lagi
Lanjut,tadi ngomong-ngomong soal makan.Aku jadi lapar,kawan.Keluarlah aku dari mall,mencari makan.Nasi telor dadar masuk ke perut dengan.Dan aku kembali lagi ke kafe.Lho,mengapa tak makan disini sekalin?St,mahal...
Kalau boleh jujur,aku kesini hanya cari akses internet hotspot,bukan butuh menunya.Seperti aku bilang tadi sore,hanya segelas jus segar yang jadi temanku.Cuek,yang begitu juga banyak disini.Bukan hanya aku sendiri.Tenang saja...
Pengunjung bertambah banyak,semua membawa laptop.Aku sebenarnya ingin menulis sesuatu yang serius,misal artikel atau puisi,tetapi otak ini sedang malas berpikir.yah,jadi tulisan semacam ini yang aku ketik.Daripada tak ada yang ditulis.Betul?(hehehe....kok kayak Kiwil).
Kuregangkan tangan sebentar,lalu kuperhatikan satu persatu orang-orang di sekitarku.Ada yang sedang mengirim e-mail,ada yang sedang posting blog,ada yang surfing di friendster,dan ada yang buka-buka website apa saja,kecuali situs porno.Aku yakin di tempat semacam ini orang akan sungkan dan malu main-main ke situs yang sebenarnya terlarang dan yang UU-nya belum lama disahkan.Bahkan beredar wacana bahwa situs-situs porno harus diblokir,baik yang dari dalam ataupun luar negeri.
Lalu bagaimana realisasinya di lapangan?Yah,seperti kita tahu,hukum sedemikian lemah dan tak berdaya di Indonesia.Sejauh ini belum ada tindakan yang serius dan total dalam menegakkan aturan tertulis ini.Dan kadang-kadadang aku berpikir,jangan-jangan para penegak hukum sendiri penggemar situ-situs porno.Hus..!!Jangan ngawur...
Ah,ini kan sekedar "gosip Jalanan"(mirip judul lagu Slank yang dipermasalahkan DPR).
Entah,tetapi kalau dari kalangan pejabat banyak yang membuat video porno dengan bintangnya adalah diri sendiri dan wanita selingkuhan atau PSK.Ingat kasus Yahya Zaini,lalu ada kasus Bupati Pekalongan,dan beberapa kasus memalukan yang hampir sama?
Ah,aku kok bicara ngelantur.Kembali ke laptop....
Matos tak begitu ramai sejak MOG(Malang Olympic Garden)diresmikan.Banyak pengunjung -terutama warga Malang Raya bagian selatan-yang berpindah ke mall terbaru di dekat Stadion Gajayana itu.Tetapi,aku melihat kafe berfasilitas hotspot ini tak pernah sepi.Masalahnya,Matos terletak di dekat kampus-kampus besar sehungga mahasiswa yang notabene melek internet dan banyak yang mempunyai laptop jelas memilih tempat ini.Lebih dekat dari kos tentu saja.
Aku sebenarnya ada rencana nge-net paketan nanti malam di sebuah warnet baru yang berlokasi di utar perempatan Tidar.Tetapi aku batalkan rencana itu,sebab tak dinyana aku bisa nge-net gratis sore ini.Pakai laptop lagi.Maka,nanti waktunya istirahat.Toh,tadi malam sudah ke dunia maya ini dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi.
Hm,aku sudahi ya.Mau cari ide lagi.Nanti kalau sudah dapat aku kembali ke blog ini.
Kalau boleh jujur,aku kesini hanya cari akses internet hotspot,bukan butuh menunya.Seperti aku bilang tadi sore,hanya segelas jus segar yang jadi temanku.Cuek,yang begitu juga banyak disini.Bukan hanya aku sendiri.Tenang saja...
Pengunjung bertambah banyak,semua membawa laptop.Aku sebenarnya ingin menulis sesuatu yang serius,misal artikel atau puisi,tetapi otak ini sedang malas berpikir.yah,jadi tulisan semacam ini yang aku ketik.Daripada tak ada yang ditulis.Betul?(hehehe....kok kayak Kiwil).
Kuregangkan tangan sebentar,lalu kuperhatikan satu persatu orang-orang di sekitarku.Ada yang sedang mengirim e-mail,ada yang sedang posting blog,ada yang surfing di friendster,dan ada yang buka-buka website apa saja,kecuali situs porno.Aku yakin di tempat semacam ini orang akan sungkan dan malu main-main ke situs yang sebenarnya terlarang dan yang UU-nya belum lama disahkan.Bahkan beredar wacana bahwa situs-situs porno harus diblokir,baik yang dari dalam ataupun luar negeri.
Lalu bagaimana realisasinya di lapangan?Yah,seperti kita tahu,hukum sedemikian lemah dan tak berdaya di Indonesia.Sejauh ini belum ada tindakan yang serius dan total dalam menegakkan aturan tertulis ini.Dan kadang-kadadang aku berpikir,jangan-jangan para penegak hukum sendiri penggemar situ-situs porno.Hus..!!Jangan ngawur...
Ah,ini kan sekedar "gosip Jalanan"(mirip judul lagu Slank yang dipermasalahkan DPR).
Entah,tetapi kalau dari kalangan pejabat banyak yang membuat video porno dengan bintangnya adalah diri sendiri dan wanita selingkuhan atau PSK.Ingat kasus Yahya Zaini,lalu ada kasus Bupati Pekalongan,dan beberapa kasus memalukan yang hampir sama?
Ah,aku kok bicara ngelantur.Kembali ke laptop....
Matos tak begitu ramai sejak MOG(Malang Olympic Garden)diresmikan.Banyak pengunjung -terutama warga Malang Raya bagian selatan-yang berpindah ke mall terbaru di dekat Stadion Gajayana itu.Tetapi,aku melihat kafe berfasilitas hotspot ini tak pernah sepi.Masalahnya,Matos terletak di dekat kampus-kampus besar sehungga mahasiswa yang notabene melek internet dan banyak yang mempunyai laptop jelas memilih tempat ini.Lebih dekat dari kos tentu saja.
Aku sebenarnya ada rencana nge-net paketan nanti malam di sebuah warnet baru yang berlokasi di utar perempatan Tidar.Tetapi aku batalkan rencana itu,sebab tak dinyana aku bisa nge-net gratis sore ini.Pakai laptop lagi.Maka,nanti waktunya istirahat.Toh,tadi malam sudah ke dunia maya ini dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi.
Hm,aku sudahi ya.Mau cari ide lagi.Nanti kalau sudah dapat aku kembali ke blog ini.
Cuap-Cuap
Menulis adalah aktivitas yang aku lakukan sehari-hari.Tanpanya,serasa ada yang kurang dalam meniti detik,menit,dan jam yang berlalu.Jangan biarkan pena tergeletak,demikian kata-kata mba Vita yang sangat kusetujui.Menulis bagi kami-para penulis tentunya-adalah candu,membuat ketagihan.Maka,aku membawa kertas kemana-mana.Bisa saja di atas bus antar kota,di dalam kereta api,atau di kamar mandi pun,aku menemukan ide yang mengejewantah dalam beberapa bait kata.Maka secepat itu pula,kuraih pena sebelum ide itu melayang keluar,hilang entah kemana.
Seringkali karena saking asyiknya menulis,baik di rental komputer,di warnet,atau di lembaran kertas,aku sammpai lupa makan.Seringkali aku mencatat dari habis Shubuh sampai habis Ashar.Sudah tak terhitung aku tak memejamkan mata dari pukul 9 atau pukul 10 malam sampai pukul 7 pagi saat nge-net paketan.Beberapa teman sampai heran akan pola hidupku ini.
Sebenarnya tidak terlalu baik bagi kesehatan apabila kita tidak mempunyai pola hidup yang teratur,makan tepat waktu,dan cukup istirahat.Akan tetapi,aku kadanng-kadang susah mengendalikan diri untuk menulis secara terpola dari segi waktu.Pokoknya,kalau sedang ada hasrat menulis meluncurlah kata-kata dari kepala dan hati.
Kawaan,aku writeaholic.
Seringkali karena saking asyiknya menulis,baik di rental komputer,di warnet,atau di lembaran kertas,aku sammpai lupa makan.Seringkali aku mencatat dari habis Shubuh sampai habis Ashar.Sudah tak terhitung aku tak memejamkan mata dari pukul 9 atau pukul 10 malam sampai pukul 7 pagi saat nge-net paketan.Beberapa teman sampai heran akan pola hidupku ini.
Sebenarnya tidak terlalu baik bagi kesehatan apabila kita tidak mempunyai pola hidup yang teratur,makan tepat waktu,dan cukup istirahat.Akan tetapi,aku kadanng-kadang susah mengendalikan diri untuk menulis secara terpola dari segi waktu.Pokoknya,kalau sedang ada hasrat menulis meluncurlah kata-kata dari kepala dan hati.
Kawaan,aku writeaholic.
Hujan?Masih....
Ah,hujan yang tadi berhenti sekarang kembali mengguyur meski tak terlalu deras.Saya pun jadi hilang gairah untuk ke perpustakaan kota.Lagian,hari juga beranjak petang.Besok saja saya kesana.Sekarang saya teruskan saja postingan di blog ini.Selain nge-blog,tadi saya sempatkan diri mencari kenalan di friendster.Seorang cewek manis dari Bandung,dan seorang gadis lagi dari Pekanbaru,Riau.(hehehe...dasar..!)
Hujan yang belum reda membuat saya malas kemana-mana,wong saya juga tak punya payung,kok.Tetapi,tak apa.Saya juga tidak penting-penting amat pergi ke sana.Hanya ada sedikit "kerinduan" karena beberapa hari tak kesana.Rindu?Jangan salah,itu ibarat rumah kedua bagi saya.Meski sebentar,saya sempatkan kesan,entah sore atau malam hari,sebab rumah kedua saya ini buka sampai pukul 8 malam.
Hm,ada film animasi yang diputar.Entah judulnya,sebab saya tak memperhatikan dari tadi.Musik juga terdengar rancak dari sebuah gerai fashion di sebelah kafe ini.Serombongan anak sekolah terlihat masuk mall.Ada 30-an jumlahnya.Maklum,mall ini menjadi tempat wisata belanja dan cuci mata bagi para warga di sekitar Malang Raya seperti Probolinggo,Pasuruan,Lumajang,Banyuwangi,atau dari arah barat,Jombang,Madiun,Kediri,dan sebagainya.Tak heran,hampir setiap hari ada saja yang datang berombongan naik bus carteran.Bahkan sesekali ada bus dari Bandung atau Jakarta datang kemari.Bus-bus dari berbagai daerah itu biasanya dari arah barat atau dari kota Batu.Kota yang terkenal dengan wisata alam dan agrowisata yang menarik.
Hujan masih saja turun,belum tampak ada tanda-tanda berhenti lagi.Hm,pukul 17:22.Tak terasa hampir Maghrib.
Hujan yang belum reda membuat saya malas kemana-mana,wong saya juga tak punya payung,kok.Tetapi,tak apa.Saya juga tidak penting-penting amat pergi ke sana.Hanya ada sedikit "kerinduan" karena beberapa hari tak kesana.Rindu?Jangan salah,itu ibarat rumah kedua bagi saya.Meski sebentar,saya sempatkan kesan,entah sore atau malam hari,sebab rumah kedua saya ini buka sampai pukul 8 malam.
Hm,ada film animasi yang diputar.Entah judulnya,sebab saya tak memperhatikan dari tadi.Musik juga terdengar rancak dari sebuah gerai fashion di sebelah kafe ini.Serombongan anak sekolah terlihat masuk mall.Ada 30-an jumlahnya.Maklum,mall ini menjadi tempat wisata belanja dan cuci mata bagi para warga di sekitar Malang Raya seperti Probolinggo,Pasuruan,Lumajang,Banyuwangi,atau dari arah barat,Jombang,Madiun,Kediri,dan sebagainya.Tak heran,hampir setiap hari ada saja yang datang berombongan naik bus carteran.Bahkan sesekali ada bus dari Bandung atau Jakarta datang kemari.Bus-bus dari berbagai daerah itu biasanya dari arah barat atau dari kota Batu.Kota yang terkenal dengan wisata alam dan agrowisata yang menarik.
Hujan masih saja turun,belum tampak ada tanda-tanda berhenti lagi.Hm,pukul 17:22.Tak terasa hampir Maghrib.
Blogaholic
Belakangan ini saya rela berjam-jam nge-net,browsing,download,dan yang pasti posting blog.Saya sedang gila soal yang terakhir ini.Di multiply,di blogspot,wordpress,saya buat beberapa situs pribadi ini.Tetapi ada dua yang saya "seriusi" yakni bambangriyanto.multiply.com dan hurahurakata.blogspot.com.
Blog pertama berisi cerpen,puisi,sajak,dan artikel yang saya buat.Baik untuk dirimkan ke media massa,sebagai bank naskah di buku kumpulan cerpen yang sebentar lagi akan saya buat,atau sekedar untuk dinikmati teman-teman dan siapa saja.
Blog kedua lebih ringan,sekedar buku harian online yang berisi catatan-catatan kecil,curhat,atau artikel yang tidak terlalu "njlimet".
Sengaja saya pisah,agar ada porsi masing-masing.
Di blog-blog tersebut saya bebas berimajinasi liar.Menggapai sudut-sudut sanubari,melanglang dalam angan yaang saya inginkan.Sesuka hati,kawan.Selain itu,blog ini juga diisi dengan tulisan beberapa orang teman.Misalnya,dua artikel karya teman say di FPKM,Febe Kurniasari,penulis yang sering menyoroti masalah psikologi meski latar belakang pendidikannya adalah ilmu hukum.
Oh ya,kalau anda ingin mengisi boleh juga.Hubungi saya,nanti ada sebuah password akan saya berikan.Cantumkan nama anda di bawah karya yang anda tulis.Oke?
Kemarin saya membaca tentang blogaholic,alias orang yang kecanduan nge-blog.Ternyata banyak manfaat yang kita dapat.Tak sekdar buang-buang duit,waktu,tenaga,dan pikiran.
Apa manfaat-manfaat yang bisa petik kalau kita seorang blogaholic?
Bersambung.....
Blog pertama berisi cerpen,puisi,sajak,dan artikel yang saya buat.Baik untuk dirimkan ke media massa,sebagai bank naskah di buku kumpulan cerpen yang sebentar lagi akan saya buat,atau sekedar untuk dinikmati teman-teman dan siapa saja.
Blog kedua lebih ringan,sekedar buku harian online yang berisi catatan-catatan kecil,curhat,atau artikel yang tidak terlalu "njlimet".
Sengaja saya pisah,agar ada porsi masing-masing.
Di blog-blog tersebut saya bebas berimajinasi liar.Menggapai sudut-sudut sanubari,melanglang dalam angan yaang saya inginkan.Sesuka hati,kawan.Selain itu,blog ini juga diisi dengan tulisan beberapa orang teman.Misalnya,dua artikel karya teman say di FPKM,Febe Kurniasari,penulis yang sering menyoroti masalah psikologi meski latar belakang pendidikannya adalah ilmu hukum.
Oh ya,kalau anda ingin mengisi boleh juga.Hubungi saya,nanti ada sebuah password akan saya berikan.Cantumkan nama anda di bawah karya yang anda tulis.Oke?
Kemarin saya membaca tentang blogaholic,alias orang yang kecanduan nge-blog.Ternyata banyak manfaat yang kita dapat.Tak sekdar buang-buang duit,waktu,tenaga,dan pikiran.
Apa manfaat-manfaat yang bisa petik kalau kita seorang blogaholic?
Bersambung.....
Miskin Boleh,Minder Jangan
Pernah mambaca buku Kafir Liberal karangan Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib?Ada sebuah artikel yang menarik dari kumpulan artikel yang tertuang disana.Saya lupa su judul-nya.Begini,orang miskin rugi kalau minder.Sudah miskin rendah diri pula.Apes...
Sebaiknya,jadilah orang miskin yang percaya diri,kalau perlu "ndableg" atau keras kepala,dalam artian positif.Biarlah miskin,tetapi kita harus percaya bahwa semua orang punya kekayaan dalam berbagai bentuknya.Barangkali ada yang kaya harta,tetapi miskin sedekah dan miskin waktu.Ada yang miskin harta tetapi kaya ilmu dan kaya hati.Mungkin tak berpunya tetapi kaya ibadah dan amal sholeh.Yang celaka adalah miskin harta,miskin ilmu,miskin ibadah,sekaligus rendah diri luar biasa.Paling enak adalah kaya segalanya.
Saya nongkrong disini menghadap laptop di kafe mewah.Bagi yang melihat,mungkin mengira saya orang berada.Mereka tak tahu bahwa laptop yang saya pegang milik orang lain.Mereka juga tak tahu bahwa saya bisa minum jus segar jarena ada yang mentraktir,
Karena itu,jangan silau dengan penglihatan anda.Jangan silau dengan orang yang berkantong tebal.Percayalah,anda semua punya jenis kekayaan yang berbeda-beda.Seorang bapak yang bertampang "ndeso" kelihatan terpana dengan kemewahan mall ini.Jangan buru-buru mmvonis bahwa sang bapak adalah lelaki miskin dari desa yang diajak anak atau temnnya di kota main ke tempat ini.Saya berpikir positif saja.Siapa tahu ia punya sawah berhektar-hektar di kampung sehingga bisa menyekolahkan tinggi anaknya yang sekarang sukses di kota ini.Barangkali ia punya banyak sapi atau kerbau sekaligua orang yang rajin ke masjid dan bersedekah.
Kesimpulannya,jangan terburu menilai orang dari penampilan luarnya.Saya yang sedang "sok kaya" sebenarnya miskin,dengan uang yang tak seberapa,bahkan untuk menghidupi diri sendiri lumayan "megap-megap".Tetapi,ya itu tadi,jangan rendah diri,rugi..
Pepatah lain mengatakan,biar miskin asal sombong,hehehe...
Anda memilih yang mana?Terserah anda,up to you...
Sebaiknya,jadilah orang miskin yang percaya diri,kalau perlu "ndableg" atau keras kepala,dalam artian positif.Biarlah miskin,tetapi kita harus percaya bahwa semua orang punya kekayaan dalam berbagai bentuknya.Barangkali ada yang kaya harta,tetapi miskin sedekah dan miskin waktu.Ada yang miskin harta tetapi kaya ilmu dan kaya hati.Mungkin tak berpunya tetapi kaya ibadah dan amal sholeh.Yang celaka adalah miskin harta,miskin ilmu,miskin ibadah,sekaligus rendah diri luar biasa.Paling enak adalah kaya segalanya.
Saya nongkrong disini menghadap laptop di kafe mewah.Bagi yang melihat,mungkin mengira saya orang berada.Mereka tak tahu bahwa laptop yang saya pegang milik orang lain.Mereka juga tak tahu bahwa saya bisa minum jus segar jarena ada yang mentraktir,
Karena itu,jangan silau dengan penglihatan anda.Jangan silau dengan orang yang berkantong tebal.Percayalah,anda semua punya jenis kekayaan yang berbeda-beda.Seorang bapak yang bertampang "ndeso" kelihatan terpana dengan kemewahan mall ini.Jangan buru-buru mmvonis bahwa sang bapak adalah lelaki miskin dari desa yang diajak anak atau temnnya di kota main ke tempat ini.Saya berpikir positif saja.Siapa tahu ia punya sawah berhektar-hektar di kampung sehingga bisa menyekolahkan tinggi anaknya yang sekarang sukses di kota ini.Barangkali ia punya banyak sapi atau kerbau sekaligua orang yang rajin ke masjid dan bersedekah.
Kesimpulannya,jangan terburu menilai orang dari penampilan luarnya.Saya yang sedang "sok kaya" sebenarnya miskin,dengan uang yang tak seberapa,bahkan untuk menghidupi diri sendiri lumayan "megap-megap".Tetapi,ya itu tadi,jangan rendah diri,rugi..
Pepatah lain mengatakan,biar miskin asal sombong,hehehe...
Anda memilih yang mana?Terserah anda,up to you...
Rabu, 11 Juni 2008
Berhotspot-ria Menanti Hujan Reda

Blogging di saat hujan deras mengguyur kota.Sekarang hampir jam dua siang.Aku berada di sebuah kafe di mall Matos(Malang Olympic Garden),depan Universitas Negeri Malang.Niat hati hendak ke perpustakaan kota,tapi diluar sana belum reda.Aku baru saja lihat-lihat buku di Gtamedia,masih dalam mall yang sama.
Kawan,kita beruntung saat ini dunia teknologi informasi sedemikian pesat berkembang.Banyak tempat menyediakan fasilitas internet gratis,meski laptopnya kita bawa sendiri.Sekarang bertebaran kafe-kafe yang menawarkan fasilitas seperti dimana aku berada saat ini.Tak hanya sekolah dan kantor tertentu yang menyediakannya.Teknologi semakin murah dari waktu ke waktu.Sementara,kecanggihan yang ditawarkan semakin lengkap saja.Terus berkembang dari hari ke hari.
Apa yang dahulu serasa mustahil,kita sudah menjadi hal yang jamak.Coba bayangkan,apakah di masa kita kecil pernah membayangkan bahwa ada yang namanya hanphone,komputer,dan internet yang sekarang seperti kebutuhan pokok saja.
Beberapa tahun lalu,ketika saya mengenal internet uuntuk kali pertama,tak pernah berpikir bahwa komputer meja atau laptop akan mewabah dalam waktu yang cepat.Ketika itu tahun 2000-an,pertama kali saya menyentuh internet di sebuah warnet pertama-sekarang sudah tutup-di kota kelahiran saya,Kebumen,Jawa Tengah.Mau tahu tarif-nya?12.000 rupiah per jam!Dan harga laptop masih berkisar 15 jutaan harganya.Saat itu saya berpikir,mungtkin 20 tahunan lagi,anak-anak sekolah membawa laptop semua,sebab pada masa yang akan datang itu,laptop dan segala perangkat teknologi canggih lainnya bukan lagi barang mewahh,artinya harga terjangkau sehingga siapa saja bisa memiliki.
Ternyata,apa yang terjadi?Sekarang sudah mulai banyak anak-anak sekolah-terutama di kota-kota besar sudah ke sekolah menenteng laptop.Dan saya sangat yakin,perkiraan saya di awal tahun 2000-an itu salah.Tak perlu menunggu waktu sampai 20 tahun.Mungkin lima tahun lagi semua yang saya bayangkan akan terwujud.Indikasinya,harga laptop semakin murah saja.Anda punya uang 4 atau 5 juta?Pergilah ke gerai-gerai pemasaran komputer,dan anda bisa menjinjing pulang barang yang anda impikan itu.Oke,anda hanya punya 2 atau 2,5 juta saja.Maka,anda bisa membeli laptop second dengan kondisi yang masih bagus.Teman saya membeli laptop bekas atau second beberapa bulan yang lalu,dan sampai hari tidak ada masalah teknis dengan barang yang ia beli di sebuah pameran IT di kota ini.
Oh ya,setahun yang lalu,saya belum berpikir bahwa tahun ini bisa nongkrong di mall sambil browsing,chatting,downloading,atau blogging menggunakan laptop layaknya para eksekutif perusahaan di Jakarta.Maklum,saat itu baru orang-orang berkantong tebal yang bisa menikmati gaya hidup seperti ini.Sungguh,tidak disangka akan "menular" secepat ini.
Hotspot.WiFi.Speedy Telkom.Tiga kata yang belakangan ini populer.Layanan gratis yang bisa dinikmati oleh siapa saja sepanjang ia melek dengan internet.Sesaat,saya tersenyum kecut sambil geleng-gelengkan kepala bahwa saya pernah mengeluarkan uang sebesar 12.ooo rupiah untuk sekedar bemain internet selama satu jam.Kini,saya bisa berlama-lama sepuasnya,sampai kafe tutup nanti malam pun tidak dilarang.Saya hanya membayar segelas minuman saja.
Ah,betapa akhir-akhir ini saya merasa beruntung karena hidup di era sekarang,bisa menikmati segala kemudahan yang ditawarkan oleh kehidupan modern.Inilah abad informasi,siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia.Demikian kata pepatah.
Hampir jam 3 sore.Tampanya hujan berangsur reda di luar sana.
Jadi ke perpustakaan kota?Entah,kok jadi keasikan nge-net ya....
Langganan:
Postingan (Atom)